Tuesday, December 18, 2012

PENGANGGARAN-ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK


ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK



Tujuan akhir yang ingin dicapai oleh perusahaan pada umumnya adalah keuntungan yang maksimal. Dalam usahanya untuk mencapai tingkat keuntungan yang maksimal, tingkat biaya perlu direncanakan secara sangat hati-hati, terutama dalam hubungannya dalam:
1.   Proyeksi arus kas keluar
2.   Pengawasan biaya
Perencanaa biaya yang baik harus dipusatkan pada hubungan antara tingkat pengeluaran dengan manfaat yang diperoleh dari pengeluaran tersebut. Manfaaat yang diperoleh dari kegiatan ini tentu saja berupa peningkatan volume penjualan. Untuk itu perusahaan harus mengeluarkan biaya promosi dan distribusi yang besar. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain:
·         Dapat diketahuinya market share yang dimiliki perusahaan.
·         Dapat diketahui siapa konsumen akhir barang yang dijual.
·         Dapat diketahui apa yang diinginkan konsumen dari barang yang dijual, dan lain-lain.
Pengawasan biaya terutama harus diselaraskan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam operasinya dan disesuaikan dengan tanggung jawab yang harus dipikul oleh masing-masing bagian dalam perusahaan. Pada dasarnya menurut sifatnya dikenal tiga macam biaya, yakni:
1.      Biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya-biaya yang cenderung untuk bersifat konstan secara total dari bulan kebulan, tanpa terpengaruh oleh volume kegiatan, dengan beberapa asumsi tertentu seperti kebijaksanaan manajemen, periode waktu, dan lain-lain. Biaya-biaya yang termasuk kategori biaya tetap ini antara lain: gaji, pajak kekayaan, asuransi, penyusutan (kecuali yang menggunakan Performance Method).
2.      Biaya variable (variable cost) yaitu biaya-biaya yang secara total selalu mengalami perubahan, dimana perusahaan itu searah dan sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan. Dalam hal ini tingkat kegiatan perusahaan dinyatakan dalam satuan aktivitas (activity base), seperti jam buruh langsung (DLH), jam mesin (DMH), dan unit barang (kg, liter). Biaya-biaya yang termasuk kategori biaya variabel antara lain: biaya bahan mentah langsung, biaya tenaga kerja langsung, tenaga (power).
3.      Biaya semi variable (semi variable cost) yaitu biaya-biaya yang tidak bersifat variabel. Biaya ini mengalami perubahan, tetapi tidak sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan. Biaya-biaya yang termasuk kategori biaya semi variabel antara lain: biaya tenaga kerja tak langsung, biaya pemeliharaan, biaya peralatan, biaya bahan mentah tak langsung, dan lain-lain.
Penggolongan lain atas dasar dapat tidaknya biaya itu dikendalikan yakni biaya yang:
1.      Dapat dikendalikan (controllabel), dapat dikatakan sebagai biaya yang sangat terpengaruh oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan pimpinan perusahaan.
2.      Tidak dapat dikendalikan (non controllabel), pada umumnya dikatakan bahwa untuk jangka pendek biaya penyusutan merupakan biaya yang non controllable.
ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK
Yang dikategorikan sebagai biaya-biaya overhead pabrik (factory overhead) adalah biaya-biaya dalam pabrik yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka proses produksi, kecuali biaya bahan mentah langsung dan tenaga kerja langsung.
PERENCANAAN BESARNYA ANGGARAN
Didalam menentukan besarnya dana yang harus dianggarkan untuk anggaran biaya overhead pabrik, terdapat dua permasalahan pokok yang perlu dipecahkan, yakni:
1.      Masalah penanggung jawab dalam perencanaan biaya
Penanggung jawab perencanaan: perlu diterapkan prinsip akuntansi pertanggungan jawab (responsibility accounting). Atas dasar prinsip ini dikenal adanya pembagian menjadi departemen produksi dan departemen jasa.
Departemen produksi yaitu bagian di pabrik yang bekerja mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau produk akhir.
Departemen jasa yaitu bagian dipabrik yang menyediakan jasanya dan secara tidak langsung ikut berperan dalam proses produksi jasa yang disediakan mungkin saja sebagian dipergunakan sendiri oleh bagian ini.
Berdasarkan pembagian ini dikenal dua macam biaya overhead pabrik yakni BOP – langsung yang terjadi pada departemen produksi dan BOP – tidak langsung yang terjadi pada departemen jasa.
Item biaya yang menjadi tanggung jawab masing-masing departemen produksi dan departemen produksi dan departemen jasa dapat diperiksa, contohnya pada table berikut ini:

Tabel
Biaya Overhead Pabrik
Perusahaan Tekstil (Suatu Ilustrasi)
Item Biaya
BOP – Langsung
BOP Tidak Langsung
Bagian Pemintalan
Bagian Pertenunan
Bagian Finishing
Bagian Diesel
Bagian Bengkel
Bagian Gudang & Pembelian
1.  Tempat kerja tak langsung
Manajer emintalan
Mandor mesin pintal
Operator mesin pintal
Pembantu-pembantu
Manajer pertemuan
Mandor mesin tenun
Operator mesin tenun
Pembantu-pembantu
Manajer finishing
Mandor mesin finishing
Operator mesin finishing
Pembantu-pembantu
Mandor kamar diesel
Operator mesin diesel
Pembantu-pembantu
Mandor bengkel
Mekanik
Pembantu-pembantu
Kepala gudang & pembelian
Administrasi gudang
Penjaga gudang
Petugas pembelian
2.  Material tak langsung
Berbagai bahan penolong
Berbagai bahan penolong
Zat-zat kimia
Zat-zat warna
Pati kenji dan lain-lain
Material pembungkus
Bahan bakar diesel
Bahan pelumas
Berbagai sumber cadang
Office supplies
3.  Penyusutan
Penyusutan gudang pabrik
Penyusutan mesin pintal
Penyusutan aktiva tetap lainnya
Penyusutan gudang
Penyusutan mesin tenun
Penyusutan aktiva tetap lainnya
Penyusutan gedung
Penyusutan mesin finishing
Inventaris lainnya
Penyusutan gedung diesel
Penyusutan generator listrik
Penyusutan perlengkapan lainnya
Penyusutan gudang pabrik
Penyusutan alat perbengkelan
Penyusutan aktiva tetap lainnya
Penyusutan gudang pabrik
Penyusutan inventaris gudang
Penyusutan truk/forklift
4.  Biaya lainnya
Alat tulis habis pakai
Air dan listrik
Polis asuransi
Pajak kekayaan
Alat tulis habis pakai
Air dan listrik
Polis asuransi
Pajak kekayaan
Alat tulis habis pakai
Air dan listrik
Polis asuransi
Pajak kekayaan
Alat tulis
Air
Polis asuransi
Pajak kekayaan
Alat tulis
Air dan listrik
Polis asuransi
Pajak kekayaan
Air dan listrik
Polis asuransi
Pajak kekayaan




2.      Cara menentukan jumlah anggaran
Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
a)      Berdasarkan sifatnya biaya dibagi menjadi tiga macam, yakni jenis biaya fixed, jenis biaya variabel, dan jenis biaya semi variabel.
b)      Berdasarkan wewenang untuk menentukan anggaran. Ada biaya yang wewenang menentukannya terletak dibagian itu sendiri. Ada pula biaya yang dihitung atas dasar ketentuan yang wewenangnya terletak di luar/di atas bagian itu sendiri.
Sifat Biaya
Dasar Pertimbangan
Jenis Biaya
Wewenang Penganggaran
1. Fixed
1.1 Satuan waktu
1.2 Tarif tertentu

1.3 Ketentuan perusahaan
1.4 Kebijaksanaan sendiri
Penyusutan AT
Pajak kekayaan
Polis asuransi
Gaji pegawai
Biaya administrasi
Suku cadang
Pusat*)
Pusat

Pusat
Bagian

2. Variabel
2.1 Volume x harga/tarif
Bahan bakar
Material Pembungkus
Biaya perjalanan
Vol: bagian
harga = pusat
3. Semi Variabel
3.1 Kebijaksanaan menganggarkan
Biaya pemeliharaan
Bagian
*) wewenang pusat dalam arti bahwa pelaksanaan penganggarannya tetap terletak ditangan bagian masing-masing, namun cara menganggarkannya tunduk pada peraturan pusat (Direksi Departemen).
Pengawasan Biaya Overhead
Dalam rangka pengwasan biaya overhead, salah satu masalah yang dihadapi adalah pengalokasian biaya bagian jasa atau pembantu (service) kepada bagian produksi. Dalam pengalokasian biaya bagian jasa atau pembantu diperlakukan satu cara pendekatan yang disebut clean cost concept. Cara ini merupakan salah satu cara alokasi biaya, dimana biaya overhead pada bagian jasa atau pembantu secara langsung dialokasikan ke bagian-bagian produksi, dengan berdasarkan proporsi pemakaian jasa oleh masing-masing bagian produksi.
Contoh 1:
Selama proses produksi dalam tahun 1984, pada bagian jasa/pembantu akan timbul biaya overhead sebesar Rp 1.000.000,00. Jasa yang disediakan, dipakai oleh berbagai bagian dengan proporsi:
Bagian produksi   I : 40%
Bagian produksi  II : 30%
Bagian produksi III : 30%
Dengan berdasarkan proporsi pemakaian jasa tersebut di atas maka biaya overhead (Rp 1.000.000,00) dapat dialokasikan ke masing-masing bagian dengan perhitungan sebagai berikut:
Bagian
Perhitungan Alokasi Biaya
Alokasi Biaya Overhead Bagian Jasa/Pembantu
Bagian produksi     I
Bagian produksi    II
Bagian produksi   III
40% x Rp 1.000.000,00
30% x Rp 1.000.000,00
30% x Rp 1.000.000,00
Rp 400.000,00
Rp 300.000,00
Rp 300.000,00

Contoh 2:
Pada PT. GERONIMO, selama tahun 1984 diperkirakan akan timbul biaya overhead sebesar sebagai berikut:
Bagian Produksi:
Bagian produksi   I     Rp 12.000.000,00
Bagian produksi  II     Rp 20.000.000,00
Bagian produksi III     Rp 10.000.000,00

Bagian Jasa/Pembantu:
Bagian Jasa/Pembantu   I   Rp 2.500.000,00                                                                                                                                                   
Bagian Jasa/Pembantu  II   Rp 5.000.000,00

Jasa bagian Jasa/Pembantu digunakan oleh ketiga bagian Produksi dengan proporsi sebagai berikut:
Bagian Produksi
Bagian Jasa/Pembantu
I
II
I
II
III
50%
30%
20%
45%
30%
25%

Berdasarkan Proporsi Pemakaian jasa di atas, maka biaya overhead bagian Jasa/Pembantu dapat dialokasikan sebagai berikut:
Keterangan
Bagian Produksi
Bagian Jasa/Pembantu
I
II
III
I
II
Biaya Overhead 1984
Alokasi biaya overhead bagian jasa:
Bagian Jasa I
Bagian Jasa II
12.000.000,00




1.250.000,00
2.250.000,00
20.000.000,00




750.000,00
1.500.000,00
10.000.000,00




500.000,00
1.250.000,00
2.500.000,00




(2.500.000,00)
-
5.000.000,00




(5.000.000,00)
-
Jumlah Biaya Overhead
15.500.000,00
22.250.000,00
11.750.000,00
0
0

 Dalam metode ini dinyatakan dalam bentuk persamaan aljabar:
            X = a1 + b1Y
dan     
Y = a2 + b2X


dimana:
X adalah jumlah biaya overhead bagian jasa X setelah menerima alokasi biaya dari bagian jasa Y
Y adalah jumlah biaya overhead bagian jasa Y setelah menerima alokasi biaya dari bagian jasa X
A1 adalah  biaya overhead bagian jasa X sebelum alokasi
A2 adalah biaya overhead bagian jasa Y sebelum alokasi
B1 adalah persentase penggunaan jasa bagian Y oleh bagian X
B2 adalah persentase penggunaan jasa bagian X oleh bagian Y

Contoh 3:
Pada PT. GENIT, selama tahun 1984 akan timbul biaya overhead sebesar sebagai berikut:
Bagian
Biaya Overhead
Bagian Produksi:
Bagian   I
Bagian  II
Bagian Jasa/Pembantu:
Bagian   I (x)
Bagian  II (y)

Rp 10.000.000,00
Rp 15.000.000,00

Rp 5.000.000,00
Rp 4.000.000,00

Jasa bagian Jasa/Pembantu selain dipakai oleh bagian produksi juga dipakai oleh bagian itu sendiri, dimana terjadi tukar menukar jasa antara bagian Jasa I dan bagian Jasa II. Proporsi pemakaiannya adalah sebagai berikut:



Pemberi Jasa
Pemakai Jasa
Bagian Produksi
Bagian Jasa/Pembantu
I
II
I (x)
II (y)
Bagian Jasa  I (x)
Bagian Jasa II (y)
50%
55%
40%
30%
-
15%
10%
-

Dengan menggunakan  metode aljabar, maka biaya tiap bagian Jasa/Pembantu dinyatakan dengan persamaan-persamaan:
1.      X = 5.000.000 + 0,15 Y
2.      Y = 4.000.000 + 0,10 X
Kedua persamaan di atas dikombinasikan menjadi:
                  X = 5.000.000 + 0,15 (4.000.000 + 0,10 X)
                  X = 5.000.000 + 600.000 + 0,015 X
 X – 0,015 X = 5.600.000
       0,985 X = 5.600.000
X = 5.685.279 (dibulatkan)
Y = 4.000.000 + 0,10 X
Y = 4.000.000 + 0,10 (5.685.279)
Y = 4.000.000 + 568.527
Y = 4.568.528 (dibulatkan)
Artinya:
1.      Biaya overhead Bagian Jasa I setelah mendapat alokasi biaya overhead dari bagian Jasa II adalah sebesar Rp 5.685.279,00.
2.      Biaya overhead Bagian Jasa II setelah mendapat alokasi biaya overhead dari bagian Jasa I adalah sebesar Rp 4.568.528,00.

Dengan demikian maka jumlah biaya overhead pabrik neto masing-masing bagian ditentukan sebagai berikut:
Bagian Jasa
BOP Asli
Menerima
Memberi
BOP Neto
Bagian  I (X)
Bagian II (Y)
5.000.000
4.000.000
685.279
568.528
568.528
685.279
5.116.751,00
3.883.249,00

Kedua biaya BOP Neto dari Departemen Jasa I dan II ini kemudian dibebankan kepada Departemen Produksi I dan II dengan proporsi sebagai berikut:

Bagian Produksi I

Bagian Produksi II
1. BOP Langsung
Rp 10.000.000,00

Rp 15.000.000,00
2. BOP tidak langsung
a. Dep. Jasa  I (X) : 50/90 x BOP neto =       2.842.639,00
b. Dep. Jasa II (Y) : 55/85 x BOP neto =      2.512.691,00

40/90 x BOP neto =    2.274.112,00
30/85 x BOP neto =    1.370.558,00
Jumlah biaya

Rp 15.355.330,00

 Rp 18.644.670,00

Atas dasar penentuan biaya BOP untuk masing-masing bagian atau departemen produksi inilah kemudian ditentukan tarif BOP untuk masing-masing bagian. Tarif ini diperlukan dalam rangka penentuan harga pokok produksi.
Dari kedua contoh di atas tampak bahwa proporsi pemakaian jasa bagian jasa/pembantu adalah berdasarkan persentase-persentase tertentu. Ada bermacam-macam alat penghitung yang dapat dipakai, agar pembebanan biaya benar-benar adil, artinya makin besar jasa yang dipakai makin besar pula rupiah yang ditanggung.

Contoh 4:
Biaya Bagian Jasa
Dasar Pembagian
·         Biaya listrik
·         Biaya pemakaian gedung
·         Biaya perbaikan mesin
·         Biaya pembelian
Kilowatt hour yang dipakai
Meter persegi luas lantai
Jam kerja perbaikan yang dipakai
Perbandingan nilai pembelian

Masalah Satuan Kegiatan (Activity Base)
Satuan kegiatan atau satuan penghitung adalah satuan yang dipakai untuk mengetahui jumlah kegiatan yang telah dilakukan oleh bagian produksi dan bagian jasa, dalam rangka proses produksi. Satuan kegiatan ini sangat diperlukan dalam penyusunan anggaran biaya overhead pabrik, karena pada garis besarnya biaya overhead pabrik merupakan hasil kali antara satuan kegiatan dengan rupiah tertentu sebagai tarif biaya overhead (overhead rate). Satuan-satuan kegiatan yang umum dipakai pada bagian produksi dan bagian jasa atau pembantu adalah:
1)      Bagian produksi
a.       Unit barang yang dihasilkan
b.      Jam buruh langsung (direct labor hour)
c.       Jam mesin langsung (direct machine hour)
d.      Biaya bahan mentah
e.       Biaya tenaga kerja langsung
2)      Bagian jasa/pembantu
a.       Jam reparasi langsung (direct repair hour)
b.      Kilowatt hour, untuk bagian pembangkit tenaga listrik
c.       Nilai pembelian bahan mentah, untuk bagian pembelian
d.      Jam buruh langsung dan jam tenaga kerja, untuk bagian umum dan administrasi pabrik



Perhitungan Harga Pokok Produksi
Harga pokok produksi barang-barang yang dihasilkan dapat dihitung apabila telah diketahui hal-hal sebagai beikut:
1.      Volume produksi  masing-masing barang (dilihat dari anggaran produksi).
2.      Biaya bahan mentah untuk masing-masing barang (dilihat dari anggaran bahan mentah).
3.      Biaya tenaga kerja langsung untuk masing-masing barang (dilihat dari anggaran tenaga kerja).
4.      Biaya overhead masing-masing bagian produksi dan bagian jasa atau pembantu.
5.      Satuan kegiatan masing-masing bagian produksi dan bagian jasa atau pembantu.
6.      Angka-angka standar pada masing-masing bagian produksi dan bagian jasa atau pembantu.

Contoh 5:
PT. KOTA BARU memproduksi 2 macam barang yakni barang A dan B. Dari Budget Produksi, diperoleh data tentang rencana produksi sebagai berikut:
Barang  A        7.000 unit produksi
Barang B         4.000 unit produksi
Satuan kegiatan masing-masing bagian adalah sebagai berikut:
Bagian
Satuan Kegiatan
Produksi I
Produksi II
Reparasi (bagian Jasa/Pembantu)
Unit barang A
Jam mesin langsung (DMH)
Jam reparasi langsung (DRH)




Angka standar pada bagian produksi II adalah sebagai berikut:
Barang
DMH
A
B
4
3

Angka standar pada bagian reparasi:
Bagian yang menggunakan jasa
DRH
Produksi I
Produksi II
0,20 DRH per unit A
0,07 DRH per DMH

Biaya overhead yang akan timbul pada masing-masing bagian diperkirakan sebagai berikut:
Bagian
Biaya Overhead
Produksi I
Produksi II
Reparasi
Rp 26.000,00
Rp 16.000,00
Rp 6.000,00

Dari anggaran bahan mentah diperoleh data tentang rencana biaya bahan mentah untuk masing-masing jenis barang sebagai berikut:
Barang
Biaya Bahan Mentah
A
B
Rp 70.000,00
Rp 60.000,00

Sedangkan dari anggaran biaya tenaga kerja diperoleh data tentang rencana biaya tenaga kerja langsung untuk masing-masing jenis barang sebagai berikut:


Barang
Biaya Tenaga Kerja Langsung
A
B
Rp 35.000,00
Rp 14.000,00

Dengan data-data yang tersedia diatas hitunglah harga pokok produksi (cost of goods manufactured) masing-masing barang!
Jawab:
Terlebih dahulu dihitung tingkat kegiatan masing-masing kegiatan (baik bagian produksi maupun bagian jasa/pembantu) sebagai berikut:
Bagian
Perhitungan
Satuan kegiatan
Tingkat kegiatan
Produksi I
(dari anggaran produksi)
Unit A
7.000
Produksi II
Barang A = 7.000 x 4 DMH
= 28.000
Barang B = 4.000 x 3 DMH
= 12.000
DMH
40.000
Reparasi
Bagian I  = 7.000 x 0,20
=1.400
Bagian II = 40.000 x 0,07
= 2.800
DRH
4.200
 Jadi tingkat kegiatan masing-masing kegiatan adalah:
Bagian produksi I       = 7.000 unit barang A
Bagian produksi II      = 40.000 DMH
Bagian Reparasi          = 4.200 DRH
Setelah itu kemudian diadakan perhitungan tarif biaya overhead (overhead rate) bagi masing-masing bagian produksi sebagai berikut:
keterangan
Bagian Produksi
I
II
Biaya overhead bagian produksi
Pengalokasian biaya overhead bagian reparasi (dengan dasar DRH):
Bagian produksi I
=  
Bagian produksi II
=
Jumlah biaya overhead yang akan dialokasikan ke barang A dan B
Tingkat kegiatan:
Bagian produksi  I: (dalam unit A)
Bagian produksi II: (dalam DMH)

Tarif biaya overhead (overhead rate)
Bagian produksi (per unit A)
Bagian produksi II (per DMH)
Rp 6.000,00



Rp 2.000,00



Rp 28.000,00


7.000 unit






Rp 4.000,00


Rp 20.000,00


40.000 DMH

Rp 4,001)




Rp 0,502)



1)  = Rp 4,00 per unit
2)  = Rp 0,50 per DMH
Setelah diketahui tarif biaya overhead bagi masing-masing bagian produksi, maka dapat dihitung harga pokok produksi barang A dan B sebagai berikut:

Keterangan
Barang A (7.000 unit)
Barang B (4.000 unit)
Total (Rp)
Per unit (Rp)
Total (Rp)
Per unit (Rp)
Biaya bahan mentah langsung
Biaya tenaga kerja langsung
Biaya overhead barang A
Bagian 1
= 7.000 x Rp 4,00
= Rp 28.000,00
Bagian II
= 7.000 x 4 DMH x Rp 0,50
= Rp 14.000,00
Barang B
Bagian II
= 4.000 x 3 DMH x Rp 50,00
70.000,00
35.000,00






42.000,00



10,00
5,00






6,00
60.000,00
14.000,00









6.000,00
15,00
3,50









1,50
Jumlah
147.000,00
21,00
80.000,00
20,00

Penyusunan Anggaran Biaya Overhead Pabrik
Penyusunan anggaran biaya overhead pabrik secara terperinci dapat dipelajari dari contoh berikut ini:
Contoh:
PT GITA BAHARI memproduksi dua macam barang yang diberi nama jenis “X” dan “Y”. pada pabrik terdapat tiga bagian produksi dan tiga bagian jasa/pembantu, yakni:
Bagian produksi:
·         Bagian produksi I
·         Bagian produksi II
·         Bagian produksi III

Bagian jasa/pembantu:
·         Bagian Umum dan Administrasi Pabrik
·         Bagian Pembangkit Tenaga Listrik
·         Bagian Reparasi
Pabrik menempati sebuah bangunan besar bersama-sama dengan 2 bagian lain, yakni bagian Penjualan dan Bagian Umum, dengan perbandingan luas lantai sebagai berikut:
·         60% dipakai Pabrik
·         20% dipakai bagian Penjualan
·         20% dipakai bagian Umum
Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk bangunan ini dibebankan kepada ketiga bagian tersebut dengan dasar perbandingan luas lantai. Satuan kegiatan pada bagian pabrik adalah sebagai berikut:
Bagian
Satuan Kegiatan
Produksi (I,II,III)
Umum dan Administrasi Pabrik
Pembangkit Tenaga Listrik
Reparasi
Jam Buruh Langsung (DLH)
Jam Buruh Langsung (DLH)
Kilowatt Hours (KWH)
Jam Reparasi Langsung (DRH)
Dari anggaran produksi, didapat data tentang rencana produksi tahun 1984 sebagai berikut:
Bulan dan Kuartal
Barang
X
Y
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
70.000
80.000
80.000
240.000
230.000
260000
34.000
36.000
38.000
140.000
127.000
145.000
Jumlah
960.000
520.000

Dari Anggaran Tenaga Kerja, diperoleh data tentang rencana jam buruh langsung (DLH) untuk bagian Produksi sebagai berikut:
Anggaran Tenaga Kerja
Bulan dan Kuartal
Bagian Produksi I
Bagian Produksi II
Bagian Produksi III
X
Y
Jumlah DLH
X
Y
Jumlah DLH
X
Y
Jumlah DLH
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
28.000
32.000
32.000
96.000
92.000
104.000
6.800
7.200
7.600
28.000
25.000
29.000
34.800
39.200
39.600
124.000
117.400
133.000
14.000
16.000
16.000
48.000
46.000
52.000
-
-
-
-
-
-
14.000
16.000
16.000
48.000
46.000
52.000
28.000
32.000
32.000
96.000
92.000
104.000
6.800
7.200
7.600
28.000
25.000
29.000
34.800
39.200
39.600
124.000
117.400
133.000
Jumlah
384.000
104.000
488.000
192.000
-
192.000
384.000
104.000
488.000
Catatan:
Barang X diproses melalui bagian produksi I, II, III. Sedangkan barang Y hanya melalui bagian produksi I dan II.
Dengan berdasarkan pengalaman pada waktu-waktu lampau dan memperhatikan rencana produksi, maka kepala bagian jasa/pembantu membuat rencana tingkat kegiatan bagian Pembangkit Tenaga Listrik dan Bagian Reparasi sebagai berikut:
Bulan dan Kuartal
Bagian Pembangkit Tenaga Listrik (KWH)
Bagian Reparasi (DRH)
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
1.450.000
1.600.000
1.600.000
5.100.000
4.800.000
5.450.000
290
330
320
1000
970
1090
Jumlah
20.000.000
4.000

Dalam mengalokasikan biaya gedung dan biaya overhead bagian jasa/pembantu digunakan pendekatan Direct Departmental Cost, dengan berdasarkan proporsi sebagai berikut:
1. Biaya gedung: 60% dari biaya gedung dibebankan kepada bagian-bagian dalam Pabrik, dengan proporsi sebagai berikut:
Bagian
Persentase
Bagian jasa/pembantu
·         Bagian Pembangkit Tenaga Listrik
·         Bagian Reparasi
Bagian Produksi
·         Bagian produksi I
·         Bagian produksi II
·         Bagian produksi III

10%
5%

36,89%
18,312%
29,798%
Jumlah
100%

2. jasa bagian umum dan administrasi pabrik, digunaan bagian-bagian lain dengan proporsi sebagai berikut:
Bagian
Persentase
Bagian jasa/pembantu
Bagian Pembangkit Tenaga Listrik
Bagian Reparasi
Bagian Produksi
Bagian produksi I
Bagian produksi II
Bagian produksi III

10%
10%

50%
10%
20%
Jumlah
100%


3. Jasa bagian Pembangkit Tenaga Listrik digunakan oleh bagian-bagian lain dengan proporsi sebagai berikut:
Bagian
Persentase
Bagian jasa/pembantu
Bagian Reparasi
Bagian Produksi:
Bagian produksi I
Bagian produksi II
Bagian produksi III

500.000

10.000.000
5.000.000
4.500.000
Jumlah
20.000.000

4. Jasa bagian Reparasi digunakan oleh bagian-bagian lain dengan proporsi sebagai berikut:
Bagian
Persentase
Bagian produksi I
Bagian produksi II
Bagian produksi III
1.600
800
1.600
Jumlah
4.000

Biaya gedung yang akan terjadi selama tahun 1984 diperkirakan sebagai berikut:
Bulan dan Kuartal
Biaya Gedung
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Rp 13.200.000
Rp 12.300.000
Rp 12.220.000
Rp 36.380.000
Rp 37.000.000
Rp 38.900.000
Jumlah
Rp 150.000.000

Kepala bagian pabrik, dengan berdasarkan pengalaman dan pertimbangannya membuat rencana biaya-biaya overhead pada bagian jasa/pembantu selama tahun 1984 adalah sebagai berikut:
PT GITA BAHARI
Anggaran Biaya Pabrik Bagian Jasa/Pembantu
1984
keterangan
januari
februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Jml(1 thn)
Bag.umum dan admin pabrik:
Tingkat kegiatan
Gaji
Biaya perjalanan
Biaya telepon
Penyusutan
Asuransi
Pajak
Alat tulis kantor


83.600DLH
Rp8.000,00
518,00
627,00
130,00
20,00
30,00
271,00


94.100DLH
Rp8.000,00
572,00
649,00
130,00
20,00
30,00
303,00


95.200DLH
Rp8.000,00
576,00
650,00
130,00
20,00
30,00
306,00


296.000DLH
Rp 24.000,00
1.780,00
1.972,00
390,00
60,00
90,00
948,00


280.800DLH
Rp 24.000,00
1.704,00
1.942,00
390,00
60,00
90,00
902,00


318.000DLH
Rp 24.000,00
1.890,00
2.016,00
390,00
60,00
90,00
1.014,00


1.168.000DLH
Rp 96.000,00
7.040,00
7.586,00
1.560,00
240,00
360,00
3.744,00
Jumlah
Rp9.596,00
Rp9.704,00
Rp9.712,00
Rp29.240,00
Rp29.088,00
Rp29.460,00
Rp116.800,00

Keterangan
januari
februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Jml(1 thn)
Bag.Pembangkit Tenaga Listrik:
Tingkt kgiatan(1000)
Gaji
Perawatan
Bahan bakar
Penyusutan
Asuransi
Pajak
Upah tak langsung


1.450KWH
3.000,00
506,00
1.740,00
450,00
70,00
80,00
3.000,00


1.600KWH
3.000,00
548,00
1.920,00
450,00
70,00
80,00
3.000,00


1.600KWH
3.000,00
548,00
1.920,00
450,00
70,00
80,00
3.000,00


5.100KWH
9.000,00
1.728,00
6.120,00
1.350,00
210,00
240,00
3.000,00


4.800KWH
9.000,00
1.644,00
5.760,00
1.350,00
210,00
240,00
9.000,00


5.450KWH
9.000,00
1.826,00
6.540,00
1.350,00
210,00
240,00
9.000,00


20.000KWH
36.000,00
6.800,00
24.000,00
5.400,00
840,00
960,00
36.000,00
Jumlah
8.846,00
9.068,00
9.068,00
29.648,00
27.204,00
28.166,00
110.000,00


Keterangan
januari
februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Jml(1 thn)
Bag. Reparasi:
Tingkat Kegiatan
Gaji
Bahan pembantu
Penyusutan
Asuransi
Pajak
Upah tak langsung

290DRH
300,00
99,00
10,00
3,00
7,00
400,00

330DRH
300,00
112,00
10,00
3,00
7,00
400,00

320DRH
300,00
109,00
10,00
3,00
7,00
400,00

1.000DRH
900,00
340,00
30,00
9,00
21,00
1.200,00

970DRH
900,00
330,00
30,00
9,00
21,00
1.200,00

1.090DRH
900,00
370,00
30,00
9,00
21,00
1.200,00

4.000DRH
3.600,00
1.360,00
120,00
36,00
84,00
4.800,00
Jumlah
Rp819,00
Rp832,00
Rp829,00
Rp2.500,00
Rp2.490,00
Rp2.530,00
Rp10.000,00

PT GITA BAHARI
Anggaran Biaya Pabrik
Bagian Produksi
1984
Keterangan
januari
februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Jml(1 thn)
Bag. Produksi I
Tingkt kegiatan(DLH)
Gaji pengawas
Buruh tak langsung
Suku cadang
Bahan pembantu
Penyusutan
Asuransi
Pajak

34.800
10.000,00
10.830,00
822,00
2.304,00
522,00
100,00
150,00

39.200
10.000,00
11.820,00
888,00
2.606,00
588,00
100,00
150,00

39.600
10.000,00
11.910,00
894,00
2.628,00
594,00
100,00
150,00

124.000
30.000,00
36.900,00
2.760,00
8.170,00
1.860,00
300,00
450,00

117.600
30.000,00
35.415,00
2.661,00
7.807,00
1.761,00
300,00
450,00

133.000
30.000,00
3.8925.,00
2.895,00
8.655,00
1.995,00
300,00
450,00

488.000
120.000,00
145.800,00
10.920,00
32.240,00
7.320,00
1.200,00
1.800,00
Jumlah
24.788,00
26.152,00
26.296,00
80.440,00
78.394,00
83.230,00
319.280,00

Keterangan
januari
februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Jml(1 thn)
Bag. Produksi II
Tingkt kegiatan(DLH)
Gaji pengawas
Buruh tak langsung
Suku cadang
Bahan pembantu
Penyusutan
Asuransi
Pajak

14.000
1.870,00
266,00
48,00
110,00
56,00
10,00
20,00

16.000
1.870,00
304,00
52,00
120,00
64,00
10,00
20,00

16.000
1.870,00
304,00
52,00
120,00
64,00
10,00
20,00

48.000
5.610,00
912,00
156,00
360,00
192,00
30,00
60,00

46.000
5.610,00
874,00
152,00
350,00
184,00
30,00
60,00

52.000
5.610,00
988,00
164,00
380,00
208,00
30,00
60,00

192.000
22.440,00
3.648,00
624,00
1.440,00
768,00
120,00
240,00
Jumlah
2.300,00
2.440,00
2.440,00
7.320,00
7.260,00
7.440,00
29.280,00

Keterangan
januari
februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Jml(1 thn)
Bag. Produksi III
Tingkt kegiatan(DLH)
Gaji pengawas
Buruh tak langsung
Suku cadang
Bahan pembantu
Penyusutan
Asuransi
Pajak

34.800
2.920,00
3.271,00
324,00
1.070,00
313,00
50,00
60,00

39.200
2.920,00
3.583,00
346,00
1.180,00
353,00
50,00
60,00

39.600
2.920,00
3.612,00
348,00
1.190,00
356,00
50,00
60,00

124.000
8.760,00
11.204,00
1.070,00
3.700,00
1.116,00
150,00
180,00

117.400
8.760,00
10.735,00
1.037,00
3.535,00
1.057,00
150,00
180,00

133.000
8.760,00
11.843,00
1.115,00
3.925,00
1.197,00
150,00
180,00

488.000
35.040,00
44.248,00
4.240,00
14.600,00
4.392,00
600,00
720,00
Jumlah
8.008,00
8.492,00
8.536,00
26.180,00
25.454,00
27.170,00
103.840,00
Biaya gedung yang menjadi tanggungan pabrik adalah: 60% x Rp 150.000,00 = Rp 90.000,00 per tahun, dengan perincian per bulannya direncanakan sebagai berikut:

PT. GITA BAHARI
Anggaran Biaya Gedung
Bagian Pabrik
1984
Bulan dan Kuartal
Biaya Gedung
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Rp   7.920,00
7.380,00
7.332,00
21.828,00
22.200,00
23.340,00
Jumlah
Rp 90.000,00

Dengan melihat ketiga budget di atas maka dapat digambarkan biaya-biaya pabrik yang akan terjadi pada tahun 1984 sebagai berikut:
Keterangan
Januari (RP)
Februari (Rp)
Maret (Rp)
Kuartal II (Rp)
Kuartal III (Rp)
Kuartal IV (Rp)
Jumlah (Rp)
Biaya Gedung
Bagian Produksi
Bagian Jasa / Pembantu
7.920
x)35.176
19.261
7.380
37.084
19.604
7.332
37.252
19.609
21.828
113.940
59.388
22.200
111.108
58.782
23.340
117.840
60.156
90.000
452.400
236.800
Jumlah
62.357
64.068
64.193
195.156
192.090
201.336
779.200

x) 35.176  =  Biaya overhead bagian Produksi I + bagian Produksi II + bagian Produksi III
=  Rp 24.788,00 + Rp 2.380,00 + Rp 8.008,00

Selanjutnya PT GITA BAHARI menghitung tarif biaya overhead bagi setiap bagian Produksi sebagai berikut:
Keterangan
Jumlah (Rp)
Bagian Jasa/Pembantu
Bagian Produksi
Umum & Admin. (Rp)
Tenaga listrik (Rp)
Reparasi (Rp)
I
(Rp)
II
(Rp)
III
 (Rp)
Biaya Overhead Masing-masing bagian
689.200
116.800
110.000
10.000
319.280
29.280
103.840
Alokasi biaya bagian Jasa/Pembantu:
1.   Biaya gedung
2.   Umum dan Administrasi
3.   Pembangkit Tng Listrik
4.   Reparasi



90.000

-

-

-



-

(116.800)

-

-



1)9.000

2)11.680

3)130.680

-



4.500

11.680

3.267

(29.447)



33.201

58.400

65.340

11.779



16.481

11.680

32.670

5.889



26.818

23.260

29.403

11.779
Jumlah
779.000
0
0
0
488.000
96.000
195.200
DLH (dari Tenaga Kerja)
-
-
-
-
488.000DLH
192.000DLH
488.000DLH
Tarif biaya overhead (per DLH)
-
-
-
-
1
0,50
0,40
Keterangan:
1)      9.000         = 10% x Rp 90.000 (proporsi pembebanan biaya gedung)
2)      11.680       = 10% x Rp 116.800 (proporsi pembebanan biaya overhead bagian umum dan administrasi) dan seterusnya, sesuai dengan data tentang pembebanan biaya overhead yang tersedia.
3)      130.680     = Biaya overhead bagian pembangkit tenaga + alokasi dari biaya gedung dan bagian umum/administrasi.
= Rp 110.000,00 + Rp 9.000,00 + Rp 11.680,00

Tarif biaya overhead bagian Jasa/Pembantu, dapat dihitung sebagai berikut:

Bagian Reparasi:

Catatan:
1.      Tingkat kegiatan bagian Pembangkit tenaga dalam tahun 1984 adalah 20.000.000 KWH dan bagian Reparasi adalah 4.000 DRH.
2.      Angka-angka pembilang di atas adalah jumlah biaya overhead masing-masing bagian setelah mendapat alokasi biaya overhead bagian lain.

Akhirnya dapat dihitung biaya overhead bagi barang X dan Y yang dihasilkan sebagai berikut:
PT GITA BAHARI
Biaya Overhead 1984
(Menurut Jenis Barang)

Keterangan:
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Jumlah
Barang X :
Bag. Produksi I:
  DLH
  Tarif

28.000
1,00

32.000
1,00

32.000
1,00

96.000
1,00

92.000
1,00

104.000
1,00

384.000
1,00
Jumlah
28.000,00
32.000,00
32.000,00
96.000,00
92.000,00
104.000,00
384.000,00
Bag. Produksi II:
  DLH
  Tarif

14.000
0,50

16.000
0,50

16.000
0,50

48.000
0,50

46.000
0,50

52.000
0,50

192.000
0,50
Jumlah
7.000,00
8.000,00
8.000,00
24.000,00
23.000,00
26.000,00
96.000,00
Bag. Produksi III:
  DLH
  Tarif

28.000
0,40

32.000
0,40

32.000
0,40

96.000
0,40

92.000
0,40

104.000
0,40

384.000
0,40
Jumlah
11.200,00
12.800,00
12.800,00
38.400,00
36.800,00
41.600,00
153.600,00
Jumlah Biaya Overhead unt. barang X
633.600,00
46.200,00
52.800,00
151.800,00
158.800,00
151.800,00
171.600,00
Barang Y :
Bag. Produksi I:
  DLH
  Tarif

6.800
1,00

7.200
1,00

7.600
1,00

28.000
1,00

25.400
1,00

29.000
1,00

104.000
1,00
Jumlah
6.800,00
7.200,00
7.600,00
28.000,00
25.400,00
29.000,00
104.000,00
Bag. Produksi III:
  DLH
  Tarif

6.800
0,40

7.200
0,40

7.600
0,40

28.000
0,40

25.400
0,40

29.000
0,40

104.000
0,40
Jumlah
2.720,00
2.880,00
3.040,00
11.200,00
10.160,00
11.600,00
41.600,00
Jumlah Biaya Overhead unt. barang Y
55.720,00
62.880,00
63.440,00
197.600,00
187.360,00
212.200,00
145.000,00


ANGGARAN BIAYA DISTRIBUSI
Biaya distribusi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memasarkan barang atau menyampaikan barang ke pasar. Termasuk kedalamnya adalah:
1.      Biaya tenaga kerja bagian penjualan, yang terdiri dari:
a.       Pengawas penjualan (supervisor)
b.      Tenaga penjual (salesman)
c.       Pegawai kantor penjualan
2.      Biaya angkut (freigh); dalam hal ini biaya pengangkutan barang jadi dari pabrik ke pasar.
3.      Biaya perjalanan yang terdiri dari:
a.       Biaya transport petugas penjualan
b.      Biaya penginapan petugas penjualan
c.       Biaya konsumsi petugas penjualan
4.      Biaya telepon;dalam hal ini biaya telepon yang dikeluarkan untuk kepentingan penjualan barang.
5.   Komisi yaitu uang yang diberikan kepada orang-orang tertentu yang telah ikut berjasa dalam transaksi jual beli barang, mungkin juga para salesman itu sendiri dan pihak-pihak lain.
6.   Penyusutan alat-alat kantor bagian penjualan.
7.   Biaya administrasi penjualan.
8.   Biaya asuransi.
9.   Pajak.
10. Biaya Advertensi dan Promosi.
Dalam bagian yang membicarakan Anggaran Komprehensif telah dikatakan bahwa advertensi dan promosi hasur disusun tersendiri lebih dahulu, sebagai Anggaran Biaya Advertensi (termasuk anggaran type Appropriasi).
PT MERCUSUAR
Anggaran Biaya Advertensi dan Promosi
1984
(dalam ratusan rupiah)
Daerah Penjualan
Biaya Advertensi dan Promosi
Kantor Pusat
Jawa Barat + DKI
Jawa Tengah
Jawa Timur
Rp   60.000,00
24.000,00
36.000,00
12.000,00
Jumlah
Rp 132.000,00

Angka-angka dalam anggaran biaya advertensi di atas kemudian dimasukkan pada budget biaya distribusi untuk masing-masing penjualan.
Untuk merencanakan besarnya biaya distribusi digunakan berbagai cara pendekatan yaitu:
1. Diperkirakan secara langsung. Cara ini sangat subjektif sehingga banyak sekali kelemahan-kelemahannya.
2. Dengan mempertimbangkan keadaan persaingan. Pada dasarnya apabila tingkat persaingan dirasakan makin ketat, maka biaya distribusi terpaksa diperbesar, terutama untuk biaya advertensi dan promosi.
3. Dengan menentukan persentase tertentu dari penjualan.
4. Dengan menentukan jumlah tertentu untuk setiap unit barang yang terjual.
5. Dengan memperhatikan tingkat keuntungkan tahun yang lalu.
6. Berdasarkan return on investment, yaitu imbangan antara tingkat keuntungan dengan investasi.
7. Task Method. Dalam metode ini kegiatan promosi yang akan dijalankan diperinci.
Manfaat Penyusunan Anggaran Biaya Distribusi
Penyusunan anggaran biaya distribusi mendatangkan manfaat yang besar bagi perusahaan, terutama dalam hal: perencanaan, koordianasi, dan pengawasan.
Dalam bidang perencanaan dengan disusunnya anggaran biaya distribusi maka perusahaan dihadapkan pada keharusan untuk merencanakan secara terperinci biaya-biaya yang akan dikeluarkan. Dilain pihak, anggaran biaya distribusi dapat dipakai sebagai alat koordinasi bagian penjualan. Semua petugas penjualan, baik pengawas penjualan maupun tenaga salesman dapat bekerja sama untuk merencanakan kegiatan promosi. Anggaran biaya distribusi juga bermanfaat sebagai alat pengawasan. Penyimpangan biaya distribusi dari rencana (misalnya menjadi terlalu besar) kadang-kadang mengakibatkan kenaikan harga jual barang.
Contoh Anggaran Biaya Distribusi

            Dengan asumsi bahwa anggaran penjualan telah disusun sebelumnya dan biaya distribusi disusun berdasarkan rupiah penerimaan penjualan, maka anggaran biaya distribusi dapat disusun sebagai berikut:

PT MERCUSUAR
Anggaran Biaya Distribusi
1984
(dalam ratusan rupiah)
Biaya/Daerah
Januari
Februari
Maret
Kwar. II
Kwar. III
Kwar. IV
Jumlah
Kantor Penjualan:
Gaji pengawas
Telepon
Penyusutan alat kantor
Biaya alat-alat kantor
Biaya kendaraan
Advertensi

12.000
1.314
50
909
2.132
5.000

12.000
1.353
50
968
2.275
5.000

12.000
1.387
50
1.019
2.397
5.000

36.000
4.035
150
2.868
6.734
15.000

36.000
3.607
150
2.221
5.165
15.000

36.000
4.165
150
3.064
7.210
15.000

144.000
15.861
600
11.049
25.913
60.000
Jumlah
21.405
21.646
21.853
64.787
62.143
65.589
257.423
Jawa Barat & DKI:
Gaji pengawas
Biaya perjalanan
Biaya telepon
Komisi penjualan
Ongkos angkut
Advertensi

6.000
2.129
789
7.200
1.628
2.000

6.000
2.314
847
8.280
1.857
2.000

6.000
2.184
806
7.520
1.096
2.000

18.000
6.525
2.410
22.400
6.054
6000

18.000
5.466
2.075
16.200
3.738
6.000

18.000
6.661
2.452
23.200
5.225
6.000

72.000
25.279
9.379
84.800
19.198
24.000
Jumlah
19.746
21.298
20.266
60.389
51.479
61.538
234.656
Jawa Tengah:
Gaji pengawas
Biaya perjalanan
Biaya telepon
Komisi penjualan
Ongkos angkut
Advertensi

8.000
2.470
1.198
9.084
1.530
3.000

8.000
2.675
1.277
10.356
1.724
3.000

8.000
2.852
1.346
11.460
1.893
3.000

24.000
8.065
3.848
31.320
5.213
9.000

24.000
6.454
3.221
21.300
3.679
9.000

24.000
8.296
3.938
32.760
5.432
9.000

96.000
30.812
14.828
116.280
19.471
36.000
Jumlah
25.282
27.032
28.551
81.446
67.654
83.426
313.391
Jawa Timur:
Gaji pengawas
Biaya perjalanan
Biaya telepon
Komisi penjualan
Ongkos angkut
Advertensi

3.000
1.001
421
3.732
674
1.000

3.000
865
371
2.964
583
1.000

3.000
1.045
437
3.984
704
1.000

9.000
2.804
1.190
10.080
1.890
3.000

9.000
2.580
1.109
8.820
1.740
3.000

9.000
3.346
1.387
13.140
2.253
3.000

36.000
11.641
4.915
42.720
7.844
12.000
Jumlah
9.828
8.783
10.170
27.969
26.249
32.126
115.120
Jumlah keseluruhan
79.469
82.148
84.325
244.639
215.577
253.339
959.497

ANGGARAN BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI
Biaya-biaya yang dikategorikan sebagai biaya administrasi adalah semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam kegiatannya, selain biaya-biaya pabrik dan biaya distribusi. Pada perusahaan-perusahaan yang relative besar, biaya administrasi timbul pada bagian-bagian: administrasi, pembukuan, perbekalan, dan bagian staf. Sehingga anggaran biaya administrasi secara keseluruhan, mencakup:
1. Biaya untuk direksi dan stafnya, termasuk gaji, bonus tahunan, biaya perjalanan, biaya representasi, dan administrasi kantor direksi.
2. Biaya departemen keuangan yang meliputi gaji dan dana kesejahteraan, biaya perjalanan dan biaya administrasi departemen, biaya penyusutan aktiva tetap.
3. Biaya departemen umum dan administrasi yang meliputi gaji dan dana kesejahteraan, biaya perjalanan, biaya komunikasi (telepon, telegram, telex), asuransi pegawai, penyusutan macam-macam aktiva tetap, listrik dan air.
Contoh:
            Pada PT KENCANA MURNI terdapat 2 bagian yang diperhitungkan dalam penyusunan anggaran biaya administrasi, yakni bagian administrasi dan bagian pembukuan. Anggaran Biaya Administrasi secara total adalah sebagai berikut:

PT KENCANA MURNI
Anggaran Biaya Umum dan Administrasi
Tahun 1984
Keterangan
Januari
Februari
Maret
Kwar. II
Kwar. III
Kwar. IV
Jumlah
Bagian Administrasi
·         Gaji
·         Biaya perjalanan
·         Telepon
·         Penyusutan
·         Asuransi
·         Pajak
·         Peralatan kantor

500.000
75.000
75.000
5.000
2.000
2.000
1.000

500.000
75.000
79.000
5.000
2.000
2.000
1.100

500.000
75.000
83.900
5.000
2.000
2.000
1.200

1.500.000
225.000
236.400
15.000
6.000
6.000
3.200

1.500.000
225.000
184.000
15.000
6.000
6.000
2.300

1.500.000
225.000
252.300
15.000
6.000
6.000
3.400

6.000.000
900.000
911.400
60.000
24.000
24.000
12.200
Jumlah
660.000
664.000
669.100
1.991.600
1.938.300
2.007.700
7.931.600
Bagian Pembukuan
·         Gaji
·         Biaya perjalanan
·         Telepon
·         Penyusutan
·         Asuransi
·         Pajak
·         Peralatan kantor

400.000
10.000
10.000
20.000
2.000
3.000
5.000

400.000
10.000
10.400
20.000
2.000
3.000
5.400

400.000
10.000
10.700
20.000
2.000
3.000
5.700

1.200.000
30.000
31.000
66.000
6.000
9.000
16.000

1.200.000
30.000
26.600
60.000
6.000
9.000
11.600

1.200.000
30.000
32.300
60.000
6.000
9.000
17.300

4.800.000
120.000
121.000
240.000
24.000
36.000
61.000
Jumlah
450.000
450.800
451.400
1.352.000
1.343.200
1.354.600
5.402.000
Jumlah (1 tahun)
1.110.000
1.115.700
1.120.500
3.343.600
3.281.500
3.362.300
13.333.600














KESIMPULAN
1.      Biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya pabrik selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya berdasarkan sifatnya ada tiga, yaitu Biaya tetap (fixed cost), Biaya variable (variable cost), Biaya semi variable (semi variable cost).
2.      Yang dikategorikan sebagai biaya-biaya overhead pabrik (factory overhead) adalah biaya-biaya dalam pabrik yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka proses produksi, kecuali biaya bahan mentah langsung dan tenaga kerja langsung.
3.      Departemen-departeman yang terkait langsung dengan Overhead Pabrik, adalah  Departemen Produksi dan Departemen Pembantu.
4.      Masalah yang dihadapi biaya overhead pabrik adalah pengalokasian biaya bagian jasa atau pembantu (service) kepada bagian produksi.
5.      (Activity Base) Satuan kegiatan atau satuan penghitung adalah satuan yang dipakai untuk mengetahui jumlah kegiatan yang telah dilakukan oleh bagian produksi dan bagian jasa, dalam rangka proses produksi.
6.      Biaya distribusi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memasarkan barang atau menyampaikan barang ke pasar





DAFTAR PUSTAKA
·         Adisaputro, Gunawan. 2008. Anggaran Perusahaan. BPFE Yogyakarta.
·         http://BIAYA-OVERHEAD-PABRIK.htm


AKUNTANSI INTERNASIONAL-AUDIT EKSTERNAL OPERASI LUAR NEGERI


AUDIT EKSTERNAL OPERASI LUAR NEGERI

1.Pendahuluan
Akuntan bertanggung jawab menyediakan data ekonomi yang menunjukkan efisiensi dan produktivitas usaha dan bermanfaat untuk pembuatan kebijakan makro. Kualitas profesi audit merupakan fungsi dari beberapa faktor seperti reputasi audit dan akuntansi, kualitas sistem pendidikan dan profesi sertifikasi.Kualitas profesi audit merupakan fungsi dari beberapa factor, seperti reputasi profesi akuntansi dan audit, kualitas sistem pendidikan, dan proses sertifikasi. reputasi adalah penting karena akan menentukan apakah atau tidak profesi ini mampu menarik orang yang kompeten
Di beberapa negara, seperti amerika serikat, nilai tinggi ditempatkan pada pengalaman universitas di pendidikan siswa, dan perusahaan yang merekrut di perguruan tinggi yang akrab dengan latar belakang siswa akan memiliki ketika mereka lulus. di negara lain, pendidikan akuntansi mungkin tidak begitu penting atau bahkan tersedia.
Akhirnya, proses perizinan dilakukan oleh sektor swasta di beberapa negara dan sektor publik di lain Negara. Di Amerika Serikat, ujian nasional CPA disusun oleh dewan penguji dari lembaga amerika CPA (AICPA), sebuah organisasi sektor swasta. Sertifikasi di Inggris juga merupakan proses sektor swasta.  Di Jerman dan Perancis, pemerintah lebih banyak terlibat di dalam proses sertifikasi.
            Proses sertifikasi atau lisensi juga merupakan fungsi dari beberapa faktor lain, seperti mengidentifikasi calon, persyaratan pendidikan, persyaratan pengalaman, dan pemeriksaan. aspek tambahan dari sertifikasi adalah masalah timbal balik atau kemampuan seorang akuntan bersertifikat di satu negara untuk berlatih di tempat lain.
a. Identitas
Identitas calon merupakan hal yang menarik. Dalam banyak kasus, seorang individu harus menjadi warga negara di mana ia ingin menjadi disertifikasi. Kadang-kadang identitas menyiratkan bahwa calon haruslah anggota sebuah organisasi tertentu. Di Inggris, seorang kandidat haruslah anggota dari sebuah lembaga amal. Di Perancis, keanggotaan di dalam perkumpulan audit terbuka untuk warga Negara Perancis, warga Negara uni eropa lain, warga negara dari negara lain yang memperluas timbal balikIdentitas merupakan syarat mengenai jati diri calon, menunjukkan bahwa calon adalah warga negara yang mendapat sertifikat, calon tak bangkrut, di bawah pengawasan pengadilan, atau calon merupakan anggota organisasi khusus.
b. Persyaratan Pendidikan, Pengalaman, dan Pengujian
Proses pendidikan mengacu pada apa yang  diminta belajar untuk disertifikasi.Persyaratan pengalaman kerja yang melibatkan sebarapa banyak pengalaman yang diperlukan dan waktu pengalaman relatif terhadap pendidikan dan pengujian.
Di Amerika Serikat, hukum akuntansi yang mengatur perizinan akuntan profesional telah diberlakukan di semua lima puluh negara bagian. Mengidentifikasi hukum pendidikan, ujian, pengalaman, dan persyaratan lainnya untuk lisensi dan mendirikan papan keadaan akuntansi untuk mengelola dan menegakkan hukum.faktor-faktor lain yang diperlukan oleh beberapa negara adalah umur, kewarganegaraan nasional, melanjutkan pendidikan profesional, dan persyaratan residensi dan / atau kerja. Namun, semua negara mewajibkan ujian CPA sebagai bagian dari persyaratan mereka.Ujian nasional CPA dikembangkan dan dikelola oleh AICPA, asosiasi profesional nasional.
Di jerman, profesi akuntansi diawasi oleh organisasi akuntan independen, dan semua akuntan profesional di jerman harus menjadi anggota dari organisasi. Inggris adalah sebuah negara penting bagi profesi akuntansi karena filosofi perusahaan telah disalin dan dimodifikasi di seluruh dunia di negara-negara bekas persemakmuran inggris
Sertifikasi mensyaratkan calon menempuh jenjang pendidikan tertentu sebelum memperoleh sertifikat.Pengalaman kerja melibatkan berapa banyak pengalaman kerja dibutuhkan sedang pengujian menentukan calon lulus/tidak.
c. Ukuran Profesi
Sulit untuk membandingkan jumlah akuntan di salah satu negara dengan yang lain karena akuntan melakukan hal yang berbeda. Jumlah Akuntan juga tergantung pada hambatan untuk masuk ke profesi, seperti persyaratan pendidikan dan pengujian yang ketat.
Jumlah akuntan mengacu pada jumlah akuntan yang menjadi anggota badan akuntansi yang mewakili negara untuk IFAC tersebut.Sangat menarik untuk dicatat bahwa negara-negara berkembang memiliki sejumlah kecil akuntan per kapita dibandingkan dengan negara-negara berpenghasilan tinggi.Sangat menarik bahwa negara-negara dengan jumlah tertinggi akuntan per seribu penduduk adalah negara-negara sangat dipengaruhi oleh tradisi Inggris.
Mutu hasil kerja tak bisa dinilai masyarakat awam dan akuntan adalah profesional yang mengetahui kualitas kerja mereka.Oleh karena itu para profesional harus mengatur dirinya sendiri yang dalam hal ini dilaksanakan organisasi profesi.Jumlah akuntan tergantung barrier to entry untuk masuk profesi.
e. Reciprocity
Reciprocity berarti akuntan dapat memiliki izin di suatu negara untuk melakukan praktek di negara lain. Beberapa negara tak mengizinkan audit perusahaan di dalam negerinya dilakukan oleh auditor yang tidak memiliki izin profesi negara tersebut.
d. Harmonisasi di Masyarakat Eropa
World Trade Organization (WTO) juga melakukan usaha untuk menghapus hambatan/kendala pada perusahaan jasa melalui General Agreement on Trade in Services (GATS).Pada Desember 1993, Uruguay Round GATT telah berhasil diselesaikan, yang berisi pengurangan tarif dan beberapa hambatan nontarif.1 Januari 1995 GATT digantikan oleh WTO baru karena Uruguay Round kecewa dengan tidak adanya kemajuan yang signifikan.Usaha ini kemudian diteruskan oleh GATS yang berfokus pada hambatan regulasi untuk perdagangan lintas batas di bidang jasa, termasuk jasa professional seperti akuntansi dan hukum.GATS hanya menginginkan agar saling mengakui kualifikasi professional sepanjang kualitas pelayanan yang diberikan tidak terganggu dan kepentingan umum dilindungi.
Ketentuan GATS diawasi oleh International Federation of Accountant (IFAC) karena salah satu tujuan utama dari IFAC adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan profesi akuntansi.IFAC adalah organisasi non pemerintah yang bekerja dengan WTO untuk melanjutkan upaya harmonisasi.Fokus utama IFAC yaitu, pendidikan, pemeriksaan dan pengalaman.
Masyarakat Eropa merilis rangkaian petunjuk, lalu diadopsi badan menteri Masyarakat Eropa pada 1984 mengulas :
1) Kualifikasi statutory auditor
Untuk memperoleh sertifikasi calon harus memenuhi syarat pendidikan, pengalaman, dan pengujian. Khusus pengalaman minimal telah tiga tahun praktek pelatiihan.
2) Reciprocity
Kondisi yang harus dipenuhi auditor untuk praktek di negara lain : memenuhi persyaratan, harus menunjukkan bahwa ia mengerti undang-undang dan persyaratan mengaudit sesuai negara asal.
3) Independensi
The Eight Directive memutuskan memberikan izin masing-masing negara untuk menentukan kondisi yang diinginkan untuk independensi. KAP internasional harus menyesuaikan operasi di tiap negara ntuk mengikuti budaya dan kondisi perekonomian negara yang bersangkutan.

2.KANTOR AKUNTAN GLOBAL
Perbedaan latar belakang akuntan publik menyebabkan perlu standar akuntansi berterima umum yang berlaku di seluruh dunia. KAP besar yang berekspansi ke luar negeri harus menyesuaikan pelayanan audit dari pengirim auditor ke luar negeri sampai penyusunan laporan dengan audit lokal. Trend persaingan KAP adalah merger dengan alasan peningkatan bisnis global. KAP umumnya membagi layanan dalam tiga area : akuntansi dan audit, pajak, dan konsultasi.
2.1 Alasan-alasan Ekspansi
Kantor akuntan public secara tradisional dikeluarkan diluar negeri  untuk pelayanan yang lebih baik ke pada klien mereka dan untuk memberikan garis pertahanan  terhadap perusahaan akuntan lain global yang mungkin tergoda untuk menggangu dipangkalan klien mereka. Dalam sebuah survey terhadap perusahaan yang telah beralih dari auditor kecil atau menengah  untuk auditor internasional yang lebih, alas an – alas an berikut ini diberikan untuk switch: “Kebutuhan untuk mencerminkan ukuran meningkatnya bisnis diluar negeri kami”, “Kami ingin mempunyai audit perusahaan disemua perusahaan dalam grup” ,” untuk mencerminkan ekspansi terbaru kami diluar negeri”, “kita membutuhkan layanan tersebut dari sebuah perusahaan akuntansi intensional’.
Dua contoh menggambarkan pentingnya mempertahankan kehadiran global. Pada tahun 1990, KPMG Peat Marwick mengambil alih keterlibatan audit Varientas corporation. Contoh lain yang lebih rahasia dan melibatkan akuisisi AS oleh sebuah perusahaan Perancis. Pada 1991, seorang perancis global layanan perusahaan , diaudit oleh salah satu perusahaan Big Six, membeli perusahaan AS di industry yang sama . perusahaan AS telah diaudit oleh lain dari perusahaan Big Six, dan induk Perancis menginginkan AS.
Alasan lain untuk memperluas internasional yang telah menjadi lebih kritis dalam beberapa tahun terakhir adalah meningkatnya basis klien dipasar dalam negeri. Terutama di Eropa, dimana pelaksanaan direktif keempat telah meminta lebih banyak perusahaan yang diaudit dari yang terjadi sebelumnya .selain itu, pasar banyak yang membuka diri terhadap merger dan akuisisi dan investasi asing baru.
 Alasan lainnya adalah:
- Kebutuhan untuk mendeskripsikan peningkatan usaha yang memerlukan satu audit untuk semua perusahaan dalam satu kelompok.
- Untuk menggambarkan ekspansi yang memerlukan pelayanan KAP internasional.
Akuisisi global dan peningkatan klien pasar LN mempengaruhi ekspansi usaha audit.
2.2 . Pelayanan Klien Internasional
Mengingat kebutuhan ekspansi, dalam hal apa uang memiliki kantor akuntan public multinasional dilayani klien mereka? Cara termudah adalah bagi seorang professional untuk perjalanan dari kantor pusat untuk melayani klien diluar negeri. Ini akan cukup selama sector asing adalah bagian kecil dari keseluruhan operasi klien. Selain pendekatan auditor perjalanan dua pendekatan filosofis yang berbeda : pendekatan koresponden, yang akan kita jangka pendekatan tidak langsung, dan cabang join ventura, atau pendekatan anak perusahaan, yang akan kita istilahkan pendekatan langsung.



Cara sederhana KAP melayani klien multinasional adalah dengan mengirim auditor dari kantor pusat untuk melayani klien di luar negeri. Pendekatan berbeda lain :
1) Pendekatan koresponden (pendekatan tidak langsung)
Hubungan koresponden yang beragam tetapi dapat berkisaran dari sangat lemah untuk sangat kuat.Disalah saru ujung skala, koresponden lokal mungkin menjadi wakil yang malakukan pelayanan selama lebih dari satu perusahaan akuntansi. Pada ujung lain skala,hubungan koresponden yang sangat kuat mungkin ada dimana perusahaan likal melakukan pelayanaekslusif untuk satu perusahaaan asing publik. Kunci hubungan korespondensi adalah bahwa tidak ada hubungan resmi antara ekuitas perusahaan.

Hubungan korespondensi kuat jika koresponden lokal memberi pelayanan eksklusif untuk satu KAP asing, koresponden lemah jika memberi pelayanan lebih dari satu KAP asing.
2) Pendekatan cabang (pendekatan langsung)
Pendirian cabang di LN yang mungkin terpisah dari induk.
Pendekatan langsung datang dalam berbagi bentuk, dan salah satu yang telah paling umum digunakan adalah mendirikan cabang diluar negeri. Cabang – cabang ini mungkin badan hokum tersendiri yang menggunakan nama perusahaan orang tua. Home personil kantor sering mengisi posisi penting sampai personilsering mengisi posisi penting dalam personil domestic dapat dilatih untuk mengambil alih, dan rekening domestic aturan daripada pengecualian di Negara – Negara industry.

2.3. Persekutuan Global
Apakah sebuah perusahaan audit memperluas hubungan luar negeri melalui koresponden yang kuat atau lemah, para mitra di Negara-negara lain tetap terpisah, organisasi otonom. Tidak sebuah perusahaan , yang memegang kendali ekuitas selama oprasi yang sangat luas, kerjasama ini dibangun dengan saling menguntungkan dan pelayanan. Ada situasi dimana sebuah perusahaan audit disatu Negara memilikiopersai di Negara-negara lain, namun menreka adalah pengecualian dari aturan.
Seperti yang akan kita bahasa secara rindi dalam dtudi kasus dibab ini. Deloitte & Touche adalah auditor untuk SM, inc. perusahaan telekomunikasi besar kanada.Kemitraan Kanada memiliki keterlibatan SM, dan merujuk bekerja untuk petugas diseluruh dunia berafiliasi dengan kemitraan Deloitte & Touche diseluruh dunia yang beroperasi dibawah organisasi paying.Deloitte & Touch Tohmatsu Internasional.
Sebagian besar dari Big Six telah mengadakan kemitraan diseluruh dunia untuk mengintegrasikan operasi.Setiap kemitraan Negara mempertahankan identitasterpisah, melainkan suatu upaya kerjasama yang lebih kohesif ada diantara perusahaan melalui hubungan internasional.
KAP di luar negeri ialah organisasi otonom, berdasar keuntungan dan pelayanan bersama.Terdapat perbedaan dalam latar belakang dan kemampuan dari akuntan publik di seluruh dunia. Namun, kebutuhan akan jasa audit meluas di luar batas-batas nasional. Disamping itu tidak ada standar audit yang berlaku umum di seluruh dunia atau persyaratan seragam untuk menjadi bersertifikat, namun perbedaan ini harus ditangani dengan audit dalam lingkungan global.
Di Amerika Serikat terdapat lebih dari 45000 kantor akuntan publik. Dari perusahaan-perusahaan tersebut terdapat perusahaan akuntan publik terbesar, awalnya disebut dengan Big Eight, kemudian dari 8 perusahaan tersebut ada yang melakukan merger sehingga menjadi Big 5, dan sekarang menjadi Big 4.
Perkembangan besar terjadi sejak tahun 1980-an sehubungan dengan posisi kompetitif perusahaan akuntansi utama yaitu merger. Tetapi tidak semua perusahaan melakukan merger, dikarenakan sangat sulit bagi perusahaan-perusahaan besar, terutama dengan adanya perbedaan yang signifikan dalam budaya organisasi. Apakah sebuah perusahaan audit memperluas hubungan luar negeri melalui koresponden yang kuat atau lemah, para mitra di Negara-negara lain tetap terpisah, organisasi otonom. Tidak sebuah perusahaan , yang memegang kendali ekuitas selama oprasi yang sangat luas, kerjasama ini dibangun dengan saling menguntungkan dan pelayanan. Ada situasi dimana sebuah perusahaan audit disatu Negara memilikiopersai di Negara-negara lain, namun menreka adalah pengecualian dari aturan.
Seperti yang akan kita bahasa secara rindi dalam dtudi kasus dibab ini. Deloitte & Touche adalah auditor untuk SM, inc. perusahaan telekomunikasi besar kanada.Kemitraan Kanada memiliki keterlibatan SM, dan merujuk bekerja untuk petugas diseluruh dunia berafiliasi dengan kemitraan Deloitte & Touche diseluruh dunia yang beroperasi dibawah organisasi paying.Deloitte & Touch Tohmatsu Internasional.
Sebagian besar dari Big Six telah mengadakan kemitraan diseluruh dunia untuk mengintegrasikan operasi. Setiap kemitraan Negara mempertahankan identitasterpisah, melainkan suatu upaya kerjasama yang lebih kohesif ada diantara perusahaan melalui hubungan internasional
2.4. Issue Operasional Persekutuan Global
Auditor dari korporasi multinasioanal besar ini memiliki waktu yang sangat sulit menyulap jasa perusahaan dengan benar. Kemampuan auditor untuk melakukan audit yang baik tergantung pada berbagai factor. Beberapa dari merka berhubungan dengan factor spesifik untuk setiap lingkungan Negara, seperti praktek bisnis dan adat istiadat, mata uang asing, bahasa, dan jarak ; pembatasan pada penggunaan nama perusahaan; pembatasan hak – hak pendiri dan dasar; pembatasan ruang lingkup praktek; pembatasan repatriasi biaya, royalty dan keuntungan; diskriminasi pajak, dan control kualitas.
Kemampuan auditor menghasilkan laporan audit yang baik bergantung pada beberapa faktor spesifik antara lain :
1. Pembatasan penggunaan nama kantor akuntan
2. Pembatasan hak pendirian dan asosiasi
3.Pembatasan ruang lingkup praktek
4. Pembatasan upah yang dikirim ke kantor akuntan pusat
5. Diskriminasi pajak
6. Pengendalian mutu

3.PROSES AUDIT
Pertumbuhan pasar modal nasional dan internasional telah mengubah sorotan pada auditor sebagai link kredibilitas penting antara perusahaan dan investor-kreditur.luar tertarik pada pandangan, tujuan independen dari laporan keuangan perusahaan. penggunaan auditor internasional menekankan bahwa audit standar dan praktek-praktek, seperti standar akuntansi dan praktek, sangat bervariasi dari satu negara ke negara. faktor utama yang perlu kita diskusikan di sini adalah sumber pedoman audit dan persyaratan audit, perbedaan dalam standar audit, dan opini audit.
 3.1 Pedoman Sumber dan Syarat-syarat
Standar auditing berasal dari sektor (pemerintah) publik, sektor swasta, atau kombinasi dari keduanya. Sumber pertama dari pengaruh - sektor publik - adalah lazim di negara-negara berkembang di mana profesi akuntansi tidak terorganisir dengan baik atau cukup kuat. Pemerintah sering mengambil arahan dengan memasukkan syarat-syarat audit dan, pada tingkat lebih rendah, standar ke dalam hukum. Arahan ini juga terlihat di negara-negara industri seperti Jerman, yang legalistik dan preskriptif dan yang profesi audit secara historis dibentuk dan diatur oleh hukum. Kasus Jerman menarik karena profesi akuntansi yang ada membuat rekomendasi mengenai standar audit yang kemudian dimasukkan ke dalam hukum oleh pemerintah.
Suatu audit kepatuhan adalah salah satu yang dilakukan untuk menentukan apakah auditee mengikuti prosedur atau pedoman yang ditetapkan oleh otoritas yang lebih tinggi. Di Amerika Serikat, audit independen tahunan yang diperlukan perusahaan diperdagangkan di bursa nasional maupun perusahaan dengan lebih dari lima ratus pemegang saham dan aset lebih dari $ 5 juta. Namun, kebanyakan perusahaan besar lain audit, dan banyak bank dan lembaga regulasi memerlukan mereka. Di Kanada, perusahaan publik, perusahaan swasta memenuhi test tertentu ukuran; kota, universitas, rumah sakit, dan kebanyakan organisasi nirlaba yang diperlukan untuk diaudit. Sebagai contoh kelonggaran, di Argentina audit independen diperlukan oleh hukum Perusahaan Argentina hanya dalam kasus luar biasa.

3.2 Perbedaan Standar Audit
Ada banyak alasan mengapa standar audit yang bervariasi dari satu negara ke negara. Di Amerika Serikat dan Inggris, ada berbasis luas pasar modal dan sangat berkualitas profesi akuntansi.Pasar modal mengharuskan laporan keuangan diverifikasi secara independen, dan profesi telah dikembangkan dan disempurnakan standar audit dari waktu ke waktu.Udara skeptisisme telah mendorong tes cukup kaku.
Budaya sering memainkan peran juga. Di Jepang, deposito bank dan hutang diperoleh dari perusahaan dan bukan oleh konfirmasi independen karena yang terakhir akan menunjukkan ketidakpercayaan terlalu banyak di karyawan perusahaan, yang bisa berarti kehilangan muka, seperti yang kita dicatat dalam Bab 16.
 3.3 Opini audit
Pada tahun 1983, The IFAC, global yang didirikan untuk memperkuat profesi akuntansi di seluruh dunia, yang dikeluarkan International Audit Pedoman 13, Laporan Auditor Laporan Keuangan, yang berisi sejumlah item thath kunci harus dimasukkan dalam laporan audit yang baik. Elemen dasar laporan auditor adalah sebagai berikut:
1.   Judul
2.   Penerima-untuk siapa laporan audit yang diterbitkan
3.   Membuka atau ayat identifikasi-pengantar dari laporan keuangan yang diaudit dan     pernyataan  tanggung jawab manajemen entitas dan tanggung jawab auditor.
4.   Lingkup ayat-referensi dengan standar yang relevan dan deskripsi pekerjaan yang dilakukan auditor
5.   Opini ayat
6.    Tanggal laporan
7.    Auditor alamat, dan
8.    Auditor tanda tangan

4. Harmonisasi Standar Audit
The IFAC terlibat harmonisasi standar audit dan praktek. Ini tumbuh dari Komite Koordinasi Internasional untuk Profesi Akuntansi (ICCAP), yang diselenggarakan pada tahun 1972 pada Kongres Internasional Akuntan di Sydney, Australia. Tujuan pembentukan ICCAP adalah untuk meletakkan dasar bagi organisasi formal lebih untuk membantu pembentukan Komite Standar Akuntansi Internasional (IASC) pada tahun 1973 dan IFAC di Munich pada tahun 1977 Kongres Internasional. Keanggotaan IFAC adalah terdiri dari wakil-wakil dari 113 badan akuntansi nasional profesional dari berbagai negara delapan puluh. Anggota badan-badan ini mewakili lebih dari 1,2 juta akuntan.
Untuk mencapai tujuan aslinya, yang IFAC terdiri dari lima komite utama: ia Komite Pendidikan, Komite Etika, Keuangan dan Akuntansi Manajemen, Komite Audit Praktek Internasional Komite, dan Komite Sektor Publik. Selain itu, IFAC telah membentuk gugus tugas berbagai, termasuk gugus tugas pada negara-negara berkembang, GAAT, teknisi akuntansi, dan kewajiban auditor. The IFAC juga mengkoordinasikan kegiatan organisasi beberapa daerah: yang Interamerican Ikatan Akuntan, yang telah dua puluh sembilan badan anggota di dua puluh tiga negara, Federasi des Ahli Kompatibel Europeens, yang memiliki tiga puluh lima mayat anggota dalam dua puluh satu negara; yang Timur Tengah dan Afrika Selatan Federasi Akuntan, yang memiliki badan anggota enam belas di empat belas negara; dan Konfederasi Akuntan Asia dan Pasifik, yang memiliki tiga puluh satu badan anggota di 23 negara.
Beberapa mungkin mempertanyakan nilai berpartisipasi dalam upaya untuk menghasilkan standar auditing yang diterima secara internasional.Namun, mungkin lebih mudah untuk mengembangkan standar auditing daripada untuk mengembangkan standar akuntansi dan praktek yang dapat diterima karena bekas dapat digunakan sebagai alat untuk memverifikasi keakuratan dan keandalan yang terakhir. Selain itu, ada tujuh manfaat utama dari mengembangkan dan menerapkan standar auditing yang diterima secara internasional:
  1. Keberadaan dari satu set standar auditing internasional, yang dikenal sebagai ditegakkan, akan memberikan pembaca laporan audit yang diproduksi di negara-negara lain keyakinan dibenarkan menurut auditor. Dengan demikian pinjaman kredibilitas kerja auditor asing mereka memungkinkan auditor yang dapat memberikan kredibilitas atas laporan keuangan atas mana ia pelaporan.
  2. standar auditing internasional akan memperkuat manfaat yang sudah mengalir dari adanya standar akuntansi internasional dengan menyediakan pembaca dengan jaminan yang lebih besar bahwa standar-standar akuntansi yang dipatuhi.
  3. Dengan menambahkan kekuatan untuk standar akuntansi internasional, standar audit internasional akan membantu pembaca dalam membuat perbandingan keuangan internasional.
  4. standar auditing internasional akan memberikan insentif lebih lanjut untuk meningkatkan dan memperluas serangkaian standar akuntansi internasional.
  5. Keberadaan standar audit internasional akan membantu aliran modal investasi, terutama untuk daerah tertinggal.
  6. Pengembangan serangkaian standar internasional akan membuat lebih mudah bagi negara berkembang untuk menghasilkan standar auditing dalam negeri, dan ini akan menguntungkan mereka.
  7. audit yang efektif dan kredibel sangat diperlukan dalam semua kasus dimana ada pemisahan antara manajemen (yang menghasilkan laporan keuangan) dan luar (yang menggunakan laporan). Kebutuhan adalah semua semakin besar dalam hal MNEs karena manajemen dipisahkan dari orang luar dengan perbedaan yang lebih besar dalam budaya, sistem politik dan ekonomi, batas-batas geografis, dan sejenisnya. Dengan demikian, standar audit internasional, dalam hal ini, bahkan lebih penting daripada yang nasional.

Bahkan jika IFAC tidak mampu menyelaraskan standar audit dan praktek, pasar modal global pada akhirnya dapat mencapai hal yang sama. Sebagai pencarian perusahaan-perusahaan besar dunia untuk modal, mereka akan harus diaudit oleh salah satu perusahaan audit global, dan perusahaan-perusahaan akan meningkatkan tingkat standar audit dan praktek-praktek di seluruh dunia melalui koresponden mereka dan hubungan ekuitas.  Akhirnya, praktek - praktek yang sama yang kemungkinan akan diterapkan untuk praktek  nasional  masing-masing.





DAFTAR PUSTAKA
Eko Suwardi. 2000. Akuntansi Internasional, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.
http://networkedblogs.com/hXCey

Friday, September 28, 2012

Wakatobi National Park

Taman Nasional Wakatobi: Surga Bawah Laut Yang Menakjubkan
terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kota Wakatobi adalah Wangi-Wangi. Kabupaten Wakatobi terdiri dari empat pulau utama, yaitu Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Jadi, Wakatobi adalah singkatan nama dari keempat pulau utama tersebut. Sebelum 18 Desember 2003, kepulauan ini disebut Kepulauan Tukang Besi dan masih merupakan bagian dari Kabupaten Buton. Secara astronomis, Kabupaten Wakatobi berada di selatan garis khatulistiwa dan seperti daerah lain di Indonesia, Wakatobi memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Taman Nasional Wakatobi yang ditetapkan pada tahun 1996, dengan total area 1,39 juta hektar, menyangkut keanekaragaman hayati laut dan karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia.


EKPEDISI WALLACEA 1995




Ekspedisi Wallacea dari Inggris pada tahun 1995 yang menyebutkan bahwa kawasan di Sulawesi Tenggara ini sangat kaya akan spesies koral. Di sana, terdapat 750 dari total 850 spesies koral yang ada di dunia. Konfigurasi kedalamannya bervariasi mulai dari datar sampai melandai ke laut dan di beberapa daerah perairan terdapat yang bertubir curam. Bagian terdalam perairannya mencapai 1.044 meter.
Kekayaan jenis ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis ikan diantaranya (Cephalopholus argus), takhasang (Naso unicornis), pogo-pogo (Balistoides viridescens), napoleon (Cheilinus undulatus), ikan merah (Lutjanus biguttatus), baronang (Siganus guttatus), Amphiprion melanopus, Chaetodon specullum, Chelmon rostratus, Heniochus acuminatus, Lutjanus monostigma, Caesio caerularea, dan lain-lain.
Taman Nasional Wakatobi: Surga Bawah Laut Yang Menakjubkan
Taman Nasional Wakatobi juga menjadi tempat beberapa jenis burung laut seperti Angsa-Batu Coklat (Sula leucogaster plotus), Cerek Melayu (Charadrius peronii) dan Raja Udang Erasia (Alcedo atthis) bersarang. Beberapa jenis penyu juga menjadikan taman ini sebagai rumah mereka seperti penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta caretta), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea).
Perairan Wakatobi memiliki tamu setia yang menjadikan perairan Wakatobi sebagai taman bermainnya, tamu itu tidak lain dan tidak bukan adalah ikan paus sperma (Physeter macrocephalus). 
 
Biasanya, kawanan paus sperma berada di Wakatobi pada bulan November, saat belahan bumi lain membeku. Pada bulan tersebut perairan Wakatobi relatif lebih hangat dan berlimpah pakan yang bisa mengenyangkan perut kawanan paus. Tidak hanya itu Wakatobi juga menjadi tempat bermain ikan pari Manta (Manta ray) yang ukuran tubuhnya tergolong raksasa. Pari Manta merupakan salah satu jenis ikan yang khas dan unik, yang hanya terdapat di perairan tropis.
Keberadaan 25 buah gugusan terumbu karang dan kedalaman yang ideal menjadikan perairan di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi tempat yang ideal bagi berbagai jenis biota laut untuk tinggal, menjadikan penghuni laut di sini memiliki nilai estetika dan konservasi yang tinggi.
Secara spesifik Taman Nasional Kepulauan Wakatobi dikeliling pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km serta obyek wisata pantai yang sangat potensial untuk dikelola, tersebar di seluruh wilayah Wakatobi. Jadi bukan tanpa alasan jika kawasan pantai di Wakatobi sangat cocok untuk wisata seperti diving, snorkeling, berenang dan memancing.

 



 


WAKATOBI MENJADI WARISAN DUNIA
Wakatobi pernah diusulkan Kementerian Lingkungan Hidup menjadi warisan dunia bidang kelautan pada UNESCO, sebagaimana Taman Nasional Bunaken (Sulawesi Utara) dan Taka Bonerate (Sulawesi Selatan). Selain itu, karena Wakatobi memiliki kekayaan keragaman hayati (biodiversity) maka dijadikan pusat keunggulan dunia untuk penelitian bawah laut. Hal ini mengacu pada kerjsama antara Pemkab Wakatobi dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Eropa.

MENCAPAI WAKATOBI
Untuk mencapai Wakatobi bisa melalui Kendari, kemudian menuju Wanci (Ibukota Kabupaten Wakatobi yang terletak di Pulau Wangi-wangi) dengan menggunakan kapal kayu. Adapun pemberangkatannya dalam seminggu adat 3 kali seminggu, yaitu dari pelabuhan Kendari. Waktu perjalanan sekitar sepuluh jam.
Alternatif lainnya ialah dari Kendari terlebih dahulu melalui Bau-Bau (Pulau Buton) lewat Raha (Pulau Muna) dengan menggunakan kapal cepat regular yang diberangkatkan setiap hari dua kali. Adapun waktu tempuhnya sekitar lima jam. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kapal kayu, menuju Wanci, lama perjalanan mencapai delapan jam. Bisa juga ditempuh melalui Bau-Bau dengan terlebih dahulu menuju Lasalimu, menggunakan mobil dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Perjalanan dilanjutkan dengan kapal cepat route Lasalimu-Wanci sekitar dua jam


 

PANTAI WATOTENA - NTT



Adonara adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, yakni di sebelah timur Pulau Flores. Luas wilayahnya 509 km², dan titik tertingginya 1.676 m. Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores di sebelah utara, Selat Solor di selatan (memisahkan dengan Pulau Solor), serta Selat Lowotobi di barat memisahkan dengan Pulau Flores.

Adonara dahulu merupakan sebuah kerajaan yang didirikan pada tahun 1650. Keindahan pantai ternyata tak hanya dimiliki Bali atau Pulau Dewata. Di Nusa Tenggara Timur, terdapat banyak lokasi yang menyimpan sejuta pesona




pantai watotena:
Pantai watotena terletak dibawah gunung boleng yang menjulang tinggi sekitar 1.700m di atas permukaan laut. Cuaca yang cukup ekstrim di NTT juga sangat berpengaruh pada tinggi dan besarnya gelombang di pantai ini.

Pantai Neren Watotena terbilang masih 'perawan' karena terletak cukup jauh dari Kota Kupang. Pesona laut biru yang menggoda ditambah formasi batu unik menjadikan pantai ini begitu eksotis. Senang berjalan menyusuri pantai? Anda akan dimanjakan dengan pasir putih yang membentang hingga tujuh kilometer. Sungguh ciptaan Tuhan yang rugi bila tidak dinikmati. Namun sayang, Neren Watotena sulit dijangkau dari pusat kota.

Biaya retribusi masuk adalah Rp. 2000,- per sepeda motor. Hari minggu biasanya pantai ini penuh dikunjungi, karna itu jika ingin kencan dengan pasir putih dan suara ombaknya saja datanglah pada hari kerja, pantai ini akan sepi dan keindahannya makin mempesona.



Pantai Watotena Pulau Adonara - Flores
gunung boleng,,,
Pantai Watotena Pulau Adonara - Flores
mempunyai air sangat jernih,,,
Pantai Watotena Pulau Adonara - Flores

Pantai watotena terletak dibawah gunung boleng yang menjulang tinggi sekitar 1.700m di atas permukaan laut. Cuaca yang cukup ekstrim di NTT juga sangat berpengaruh pada tinggi dan besarnya gelombang di pantai ini.

Warga setempat berharap pemerintah dapat mengelola potensi wisata ini secara profesional. Sebab, bukan tidak mungkin pantai ini akan menarik minat wisatawan domestik maupun internasional.


  Gunung Boleng, Adonara, Kab. Flores Timur

 
 Pantai Watotena dilihat dari selat boleng, Adonara
air yang masih jernih



 peta pantai watotena

Sunday, August 12, 2012

wisata bahari ALOR - NTT


ALOR KEAJAIBAN BAWAH LAUT INDONESIA




alor merupakan gugusan bagian timur pulau flores , Nusa Tenggara Timur. Begitu indahnya gugusan karang bawah laut alor membuat tempat wisata ini namanya sudah terkenal di dunia,  keindahan bawah laut alor membuat para wisatawan mancanegara maupun lokal selalu kembali ketempat ini tiap tahunnya,,  dengan 60 titik penyelaman dan diantaran 20 titik tempat penyelaman terindah didunia ,,  dengan tempat menyelam yang begitu banyak yaitu sepanjang alor besar hingga alor kecil,    Pulau Buaya, Pulau Kepa, Pulau Ternate, Pulau Pantar, dan Pulau Pura,,,    

Perpaduan laut Indonesia yang hangat dengan Laut Australia yang dingin telah menjadikan Alor sebagai tempat pertemuan biota laut yang unik sekaligus megah. Saat menyelam di Alor, bahkan mereka yang tergolong para profesional saja tetap berdecak kagum. Bagaimana tidak, di sini mereka dapat menyelam bersama sunfish dan menemukannya lebih dari sekali. Ini jelas diasumsikan ada banyak sunfish atau mola-mola menetap di perairan Alor. Lupakan Seaworld, menyaksikan cara hidup mereka langsung di alamnya adalah sangat luar biasa.


dengan berada di alor anda juga dapat melihat lumba lumba/ mamalia laut , mamalia lau ini setiap hari pasti muncul,,  ketika kita naik perahu  mamalia ini akan melompat lompat di sekitar perahu kita , sungguh menakjupkan,,

wisata daratan pulau alor,,,,

PANTAI MALI (alor)


Pantai mali berada di desa kabola kecamatan teluk mutiara dengan jarak 10 KM dari kota kalabahi. Pantaiini menyajikan air yang tenang dengan pasir putih dan taman wisata alam laut yang indah serta rimbunan pohon kelapa yang syarat berbuah.




Dari pantai ini dapat dilihat pulau Sika yang sangat indah dan terdapat sebuah kuburan tua dan keramat. Objek ini dapat dijangkau dengan angkutan umum dengan intensitas sedang, ojek mobil probadi atau sewaan.
Dari pantai mali sekitar 3 km dapat dilihat suatu pemandangan alam hutan nostalgia dimana para pengunjungnya diberikan anakan tanaman untuk ditanam sekitar lokasi dengan mencantumkan namanya pada pohon tersebut. Pada hutan ini juga terdapat sebuah mata air yang sejuk dibawah rerimbunan pohon kenari dan cendana yang indah.

TAMAN LAUT PANTAR

Keindahan dan keunikan alam bawah laut Selat Pantar sangat menakjubkan. Bahkan jika dibandingkan dengan Taman Laut Komodo di NTT, Berau di Kalimantan Timur, Bunaken di Sulawesi Utara dan Raja Ampat di Papua, Selat Pantar masih tetap yang terbaik, meski selama ini untuk diving, taman laut Komodo, Bunaken, Berau, dan Raja Ampat lebih populer, tapi di mata para diver kelas dunia taman laut Selat Pantar yang terletak di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, lebih unggul karena keindahannya yang menakjubkan. Konon terindah setelah taman laut Kepulauan Karibia. Banyak wisatawan asing yang pernah ke Alor terkagum-kagum. Sebab, selain dimanjakan keindahan taman lautnya, mereka juga menemukan fenomena taman laut tersebut langka dan sangat menarik. Makanya, wajar jika wisata bahari Alor dengan panorama bawah laut yang spefisik di Selat Pantar menjadi primadona dan pemikat bagi para diver kelas dunia dari Amerika, Australia, Austria, Inggris, Belgia, Belanda, Jerman, Kanada, Selandia Baru, dan beberapa negara di Asia.



Tercatat, ada 26 titik diving yang memesona wisatawan di sana. Ke-26 titik diving itu yaitu, Half Moon Bay, Peter's Prize, Crocodile Rook, Cave Point, The Edge, Coral Clitts, Baeylon, The Arch, Fallt Line, The Pacth, Nite Delht, Kal's Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man's Land, The Chatedral, School's Ut, dan Shark Close.
Titik diving yang terakhir ini sangat menarik karena merupakan kumpulan ikan hiu dasar laut yang sangat bersahabat dengan para diver. Keindahan bawah laut yang terdapat di Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong, Pulau Buaya, Pulau Kepa, Pulau Ternate, Pulau Pantar, dan Pulau Pura, juga mengundang decak kagum para diver profesional dari Jakarta dan Bali untuk datang ke sana.
Bahkan, para diver kelas dunia mengakui, bahwa kawasan taman laut Alor merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Tengok saja pengakuan Ken Parker dari Amerika Serikat, More big fish, prolific swarming masses of schools than anywhere I've seen in 20 years of diving.
Atau dengarkan penuturan Adrienne May dari Australia. "Enjoyed seeing the Manta Rays, Sharks, Turtles, Dolphins, Whales and that huge Napoleon Wrasse." Bahkan, Michael AW fotografer asal Singapura berkata, A World class diving!... Kal's Dream is to be dived again and again and again.... of all my underwater sojourns, Alor is among the best!. Begitu juga pernyataan Helen Roberts dari Inggris, We saw hue Sunfish, Reef Sharks, Turtles, Moray Eels, Rays, Naopoleon Wrase, Dog-tooth Tuna, Barracuda and loads of beautiful Reef Fish all in just three dives.
Selain potensi wisata bahari, Alor juga menyimpan sejumlah objek wisata yang memiliki daya tarik secara kultural dan historis yang jarang dijamah dan dikunjungi baik oleh penduduk setempat maupun oleh wisatawan. Meski memiliki aksebilitas amat terbatas, tapi bagi para pencinta petualangan alam justru menjadi tantangan dan keunikan.
Salah satunya, alquran tua dari kulit kayu yang ditulis dengan tinta ramuan tradisional yang diperkirakan berusia lebih dari 800 tahun, sebuah bukti sejarah tentang keberadaan Islam di Alor. Daya pemikat lainnya yaitu kampung Takpala, sebuah desa tradisional yang dihuni oleh suku Abui dengan pola perkampungan linear dengan deretan rumah adat.
Masyarakatnya yang masih memegang teguh adat dan tradisi akan mempertontonkan atraksi budayanya yang khas dalam menyambut para pelancong, membuat nama desa ini melambung sampai ke mancanegara.
Bagi pendaki gunung yang menggilai tantangan di tempat yang masih perawan, Gunung Delaki Sirung di Pulau Pantar dan Gunung Koya-Koya di Pulau Alor, adalah tempatnya. Kepenatan yang melelahkan itu segera sirna membawa kesejukan dan kesegaran jiwa setelah menyaksikan fenomena geologi vulkanik di Desa Air Panas dan Air Terjun di Pulau Pantar, taman wisata alam Tuti Adagae di Pulau Alor.
Sementara ranch mini peternakan rusa (terbaik di kawasan timur Indonesia) jangan dilewatkan untuk dikunjungi. Kesejukan dan kesegaran di alam Hutan Nostalgia juga akan menyapa setiap pengunjung yang ingin melepas kepenatan.
Sebelum beranjak kembali pulang, jangan lupa menanam pohon di Hutan Nostalgia sebagai tanda Anda pernah mengunjungi Pulau Alor. Nama dan alamat Anda akan diabadikan pada pohon yang ditanam dan dikenang sepanjang masa.

DESA TAKPALA

Takpala merupakan sebuah kampung tradisional yang berada di Kabupaten Alor, Kecamatan Alor Tengah Utara, Desa Lembur Barat.


pantai pantai di pulau rote

PANTAI NEMBERALA

pantai numberala yaitu pantai yang hampir mirip dengan pantai kuta Bali. di pantai ini terdapat pasir putih dan air laut yang sangat jernih , ketika cuaca sedang cerah anda bisa melihat bayang bayang benua australia. pantai dengan panjang 8 km ini menjadi pusat para perselancar dunia untuk menaklukan besarnya ombak di pantai pantai pulau rote,  setiap bulan september diadakan festifal perselancar tingkat nasional dan internasional,,,  

menuju pantai nemberela membutuhkan waktu 1,5 jam dari Ba'a , ibukota kabupaten Rote ndao, Nusa tenggara timur.

PANTAI TUNGGAWE

setelah bersenang senang di pantai nemberala, anda dapat meneruskan perjalanan anda ke pantai tunggawe, pantai ini merupakan terusan dari pantai nemberala, pantai tunggawe memiliki panjang 7 km,

PANTAI BOA


birunya langit diatas kepala teriknya matahari pada siang hari,,,  dan luasny pesisir pantai boa,,  sangat mengagumkan ,,
pantai dengan panjang 10 km,,   dengan laut yang bening dan pesisir pantai pantai yang penuh dengan pasir,,,,   membuat pemandangan pantai ini sangat indah , apalagi dengan cerahnya langit membirukan lautan,,,  para wisatawan pun tak akan lepas dari kameranya,,,     menjelang sore hari biasanya para  fotografer akan bersiap siap untuk mengabadikan moment moment ini,,,,  

pantai boa dapat di tempuh 20 menit dari numberala ,,,,,


Dengan melakukan perjalanan dari bandara ke Ba'a anda dapat melihat pemandang pantai pantai tersebut dan apabila anda berminat liburan apasalahnya anda mampir dan ambil kesempatan liburan,,,,,

PANTAI CEPI WATU

Saturday, August 11, 2012

PANTAI RUA - NTT


Merupakan pantai nelayan sebab pantai ini merupakan tempat tinggal nelayan  penduduk sekitar dan tempat berangkat dan perginya nelayan untuk melaut.  setiappagi anda dapat melihat anak anak dengan seragam putih merah berangkat kesekolah,,
kondisi penduduk yang ramah,  selalu menyambut para pendatang,,  kondisi pantai yang selalu ramai dengan aktifitas nelayan ,jual beli ikan ,,   pulang pergi nelayan ,,,

pantai yang terletak di sebelah selatan kota waikabubak. kabupaten sumba barat, NTT, kondisi pantai dengan pasir yang putih mempesona ,  di bandingkan dengan pantai kute bali pasir pantai ini lebih bersih,,  

apabila anda hobby memancing cukup dengan menyewa perahu motor kita dapat memancing ditengah laut,
  ikut nelayan mencari ikan itu adalah hal yang paling menarik  kita akan mendapatkan pengalaman dari nelayan sekitar pantai,,,   

PANTAI MAROSI - NTT

MARORI BEACH





pantai dengan hamparan pasir putih halus disepanjang pantainya yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung lokal maupun asing, dengan kondisi pantai yang masih bersih dan steril, pengunjung dapat menikmati keindahan pantai  dan deburan ombak yang sangat besar,,  apalagi dengan pengunjung yang masih sepi , bagi para wisatawan yang ingin menenangkan diri atau membutuhkan tempat untuk melepaskan lelah akibat pekerjaan inilah tempat yang tepat.   

kondisi pantai di sebelah kanan kiri terdapat tebing yang membuat pantai ini gagah.   Dengan ombak yang cukup besar pantai ini menjadi tempat faforit  bagi para peselancar, menurut para perselancar yang ada di sana, "pantai ini mempunyai ombak yang cukup teratur dan baik bagi perselancar seperti kita,,.




 pantai yang terletak di selatan Kota Waikabubak, Sumba Barat ini, masih sangat perawan pedagang pun tidak bisa di temukan atau jarang,,    jika anda beruntung  anda tidak akan dikenai tarif masuk  karena tidak ada petugas jaga,,.    jika anda melihat sepanjang pesisir pantai ini banyak tumbuh  pohon kelapa. 




jjika sinar matahari mulai beranjak pergi ini adalah waktu yang tepat untuk mengabadikan, jika anda pernah kesana ,,  cahaya mulai menguning duduk di pantai di tengah pasir putih melihat sunset,,,  

sangat indah,,,


orang bodoh tak bisa berkata cinta

ingin mengenalnya dan bertemu dengannya
apa daya diri ini hanya orang bodoh yang tak berani mengungkapkannya
 bagaikan pohon mengayomi semua yang ada di bawahnya
hanya diam tak ada satu katapun,,

ingin sekali berjumpa
ingin sekali bertatap muka
namun yang dilakukan hanya melihat rumahnya dari jauh
melihati timeline nya di internet


apa gunanya  semua itu,,
semua akan sama, jalan ditempat,,
tidak akan ada perasaan yg muncul untuknya,,
karena tidak ada usaha yang real,