Friday, August 10, 2012

terjebak dalam perasaan

manusia diciptakan dengan akal dan nafsu,,
manusia mempunyai perasaan,,,
manusia mempunyai hati yang lemah,,
manusia punya cinta,,

saat hati berbicara perasaan,
cinta bisa mengikutinya,,,
akal tidak demikian ,,
akal bisa berpendapat lain,,


ketika kita menyukai seseorang
hati yang paling dalam selalu menyebutnya,,
namun akal ini bisa berkata lain,,
akal berpendapat bahwa dia tak cocok untukku,,

hati kecil selalu benar dan akan menjadi jalan untuk selanjutnya
akalpun akan mengikuti apa kata hati,,
dan akal akan mencari cara mendapatkan semua,,
sampai semua terwujud






puisi malam

terangnya lampu di kamar 
menyemangatiku,
warnanya yang indah membuat batinqu 
bahagia,,

sungguh sayang apabila malam ini dilewatkan 
tanpa ibadah kepadaMU YA aLLAH,, 
begitu besar kuasaMu ,
tanpa KAU semua tidak ada apa2nya

namun, tak mungkin lampu ini akan menyala selamanya,,
dan tak mungkin aku menikmati indahnya selamanya,,,
lampu ini pasti akan redup dan mati,,,,

PARANGTRITIS BEACH



Pantai Parangtritis, pantai yang terkenal penuh mistis dan terkenal dengan Ratu Pantai Selatan berada di 25 kilometer selatan KotaYogyakarta, terlrtak didesa parangtritis , kecamatan kretek,kabupaten bantul, profinsi Daerah istimewa jogyakarta,, 

Dengan pasirnya yg halus, anda akan merasa betah berada dipesisir pantai ini,,   merasakan debur ombak yg besar,  dan tiupan angin bersama pasir berterbangan membuat betah,,

kita dapat melihat sunset pada sore hari,  menjelang sore hari pandangan dipantai ini akan semakin indah karena pantai yg sebelumnya terlihat cerah perlahan lahan warnanya akan berganti menjadi kekuning-kuningan/emasmenyala,  pada saat seperti ini yg di tunggu para pengunjung untuk melihat matahari terbenam didalam lautan,,,,

asal mula pantai parangtritis,,

ada sebuah ceritanya dahulu ada seorang pelarian dari kerajaan majapahit yg bernama dipokusumo yang melakukan semedi dikawasan pantai ini, ketika bersemedi dipokusumo melihat, air menetes (tumaritis) dari celah celah batu karang (parang) kemudian diberikanlah nama kawasan tersebut parangtritis.

pantai parangtritis penuh dengan kisah mitos nyi roro kidul. menurut masyarakat sekitar ratu selatan(nyi roro kidul) suka warna hijau dan warga setempat menyarankan bagi para pengunjung untuk tidak memakai pakainan warna hijau saat berada di pantai, karenada mitos nyi roro kidul akan menculik orang yg memekai pakaian warna hijau,,,  

yang bisa di nikmati..

  • paralayang
  • delman di sekitar pantai jika ingin berkeliling disekitar pantai
  • pemandangan tebing,,




Thursday, August 9, 2012

PANTAI GOA CINA - MALANG

GOA CHINA BEACH

 pantai yang berada di Desa Bantengan, Malang, Jawa Timur,  WALAUpun akses menuju pantai ini yang masih sulit dikarenakan jalan menuju pantai tersebut sekitar 2 km, tidak beraspal (makadam), pengunjung pantai tetap ramai,  dengan pemandangan pantai yang asli masih perawan bisa dianggap seperti itu, bagian dari pantai ini yang paling   indah adalah lautan pasir di pantai sebelah barat,,  pantai di sebelah ini berbeda dari bagian pantai2 lainya, karena di sebagian pantai goa cina di dominasi batu karang di bibir pantainya ,,  sedangkan dibagian barat bibir pantai hanya terhampar pasir pantai saja, disanapun ada tempat2 yg indah untuk mengambil gambar photo,,,\




disisi sebelah timur pantai GOA cina lebih banyak didominasi dengan bebatuan karang,,,   dan disisi ini pula ombak air laut sangat besar,,,  jadi hati hati bila berada disitu,  namun bila anda sudah berada disitu anda tidak akan  segera beranjak dari tempat itu, kenapa?  tentu saja tidak mau,,  siapa yg tidak mau melihat pemandangan sehebat itu,  saya saja betah lama2 berada disana,  dan juga bila anda pemberani silakan anda menguji nyali anda untuk menyebrang sebuah pulau kecil atau hamparan pasir yang berada ditengah tengah antara bukit dan bibir pantai ,,  anda bisa berfoto di tengah hamparan ppasir tersebut,,,  namun saat menyebrang anda harus menunggu saat arus air yg lewat tidak begitu besar,,   jika anda menyebrang pada saat air dalam keadaan arus besar anda bisa terseret air laut tersebut,,  dan hanyut ketengah laut,,         


mengapa pantai ini dinamai goa cina,,,???



menurut penduduk setempat dahulu dibibir pantai tepatnya di sebuah bukit  ada goa, disana ada seorang yg berasal dari cina yg sedang bersemedi,,, namun orang tersebut menghilang dan hanya di temukan tulang berulangnya saja di gua tersebut,, dan tulisan han diatap gua.  oleh karena itulah dinamakan goa china. 





menuju pantai goa cina,  arah jalan kepantai ini sama dengan perjalanan ke pantai sendang biru,,  namun sebelum memasuki pantai sendang biru ada jalan makadam ,, yaitu belok kiri ada petunjuk tulisan mengarah pantai goa cina, sekitar 2km melewati jalan makadam tersebut suara ombak akan terdengar keras , menunjukan anda sudah sampai di pantai,,,




Sunday, March 4, 2012

ujung batee, lhok nga, lampuuk

Tiga Pantai di Aceh




pantai acehAceh terkenal dengan keindahan pantai-pantainya, maka ketika ada kesempatan untuk berkunjung ke Ibu Kota Provinsi Aceh, Banda Aceh,  jangan pernah melewatkan keelokan pantai-pantainya yang berserak tak jauh mengelilingi Banda Aceh. Yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan lokal adalah pantai Lhok Nga dan Ujung Batee, keduanya sering menjadi sarana masyarakat Aceh untuk "mandi", bahasa populernya untuk berenang dan berendam di pantai.
 

Ujung Batee

Ujung Batee cenderung ramai dikunjungi pada pagi hari, dan ombaknya yang lembut bergulung saling menyusul namun relatif tenang, menjadikannya tempat favorit pilihan para orang tua untuk membawa anak-anaknya berenang di sini. Jaraknya tak jauh dari Kota Banda Aceh, hanya 20 menit bila ditempuh dengan kendaraan pribadi, kendaraan umum pun melewati lokasi pantai ini.asirnya yang landai dan berpasir hitam membuat anak-anak paling asyik membuat istana pasir dan berlama-lama bermain kejar-kejaran ombak. Di beberapa titik pantai Ujung Batee yang memanjang masih bisa terlihat sisa-sisa peninggalan benteng Indra Parta yang sudah terendam air laut.
 
Ini secara tak langsung menunjukkan bahwa pantai tersebut mengalami abrasi, pengikisan secara perlahan namun pasti. Menikmati matahari pagi sambil bersantai di kerimbunan beberapa pohon pantai yang masih bertahan dari terjangan tsunami dua tahun lalu, terasa menenangkan hati. Anginnya yang semilir makin membuai perasaan yang nyaman memandang birunya langit dan lautan.

Menikmati Sunset di Lhok Nga

Pantai Lhok Nga ini terbilang sangat ramai di hari-hari libur, mulai dari siang hingga senja datang. Sehingga jika ingin menikmati ketenangannya, pastikan memilih hari kerja biasa. Namun secara umum, meski ramai, tapi pantainya yang luas memanjang tetap bisa menampung ratusan bahkan ribuan orang yang ingin menikmati suasana sunset di sini. Jaraknya pun dekat dengan kota Banda Aceh, hanya 15 menit dari pusat kota bila menaiki mobil maupun motor, dan lokasinya bertolak belakang dengan lokasi pantai Ujung Batee.

Dibandingkan dengan pantai Ujung Batee maupun Pantai Lampuuk, Pantai Lhok Nga merupakan pantai yang paling ter-develop, sarana WC umum dan beberapa kafe sederhana untuk beristirahat banyak ditemui sepanjang pantai ini. tiga pantai aceh 03Bahkan di pantai ini juga ada life guard dengan tower pengawas, layaknya film Baywatch. Keberadaan tim penyelamat ini diprakarsai oleh sebuah organisasi lokal yang awalnya dimotori oleh pekerja asing yang bekerja di Banda Aceh.

Lhok Nga selalu ramai oleh kunjungan wisatawan lokal maupun asing (kebayakan para pekerja asing yang mewarnai Aceh), termasuk dengan makin banyaknya penikmat surfing. Ombaknya yang tinggi bergulung namun memecah mulus di pantai berpasir kehitaman bercampur warna kerang putih, membuat para peselancar seolah tak bosan mengayuh papannya ke tengah lautan.

Pemandangan elok lainnya adalah saat matahari menjelang tenggelam, sunset di Lhok Nga adalah pemandangan cantik yang sungguh sayang kalau dilewatkan begitu saja. Deburan ombak yang teratur diiringi angin berayun mendayu, merupakan perpaduan romantis.

Belum lagi sambil menikmati jagung bakar manis serta es kelapa muda yang dihidangkan langsung dengan batoknya plus kucuran jeruk nipis pada kelapa muda tersebut, nikmatnya!

Namun begitu adzan maghrib berkumandang, segera bersiap-siaplah untuk beranjak meninggalkan pantai, bila tak ingin kenangan indah Anda diusik oleh beberapa pemuda lokal yang tak segan-segan mengusir pengunjung pantai untuk segera berlalu dari lokasi ini.

Lampuuk, Keindahan yang Tersembunyi

Pantai Lampuuk seperti juga ciri khas pantai-pantai di Aceh, terhitung memanjang, dari utara hingga selatan. Dulu, sebelum peristiwa tsunami terjadi, di pantai ini sangat ramai dengan penjaja ikan segar berupa tempat-tempat makan, yang menawarkan untuk memanggang dan memasakan ikan-ikan tersebut agar bisa langsung dinikmati oleh pengunjung pantai. Namun saat ini tidak tampak satupun tempat makan serupa itu lagi. Seakan pergi bersamaannya dengan luruhnya rimbunan pohon cemara di tepian pantai yang bertumbangan akibat gerusan tsunami.
Namun pantai Lampuuk paling ujung masih meninggalkan eksotisme tersendiri yang berbatas dengan dinding terjal tinggi. Birunya air laut nan berpendar hijau, terpadu dengan birunya langit serta hijaunya pepohonan di atas bukit terjal tersebut. Seorang sahabat memandang terjalnya dinding bukit dan menggumamkan keinginan untuk mendakinya. Pastilah itu yang juga dirasakan para penikmat panjang dinding bila mendekati lokasi ini.

Keindahannya memang tersembunyi, letaknya pun sesungguhnya hampir sama dengan hitungan menit menuju Lhok Nga, namun kesunyian yang ditawarkan pantai ini memang menjadi daya tarik yang berbeda.

Di sini pengunjung tak bisa berenang, pusaran ombaknya terlalu berbahaya, sudah banyak korban tenggelam saat mencoba berenang di lokasi ini. Tempatnya lebih tepat untuk dibuat menikmati indahnya pemandangan pantai dan alam bebas.

Sejauh mata memandang, hanya keindahan warna alam yang tertangkap oleh indra penglihatan. Pasirnya pun pasir putih, pada beberapa sisi pantainya, pasir selembut dan seputih tepung bisa ditemui. Pantai ini paling pas untuk menyepi, terlebih ketika hati sedang gundah, dengan memandang keindahannya, seolah segala duka luruh bersama dengan hembusan angin pantai yang melembut perlahan.

Menikmati sore yang tenang, sambil membawa bekal sendiri sangatlah dianjurkan, maklum inilah satu-satunya pantai dari ke tiga pantai yang dibahas tadi, yang tidak menawarkan kedai maupun warung sesederhana apapun. Benar-benar hanya meyajikan keelokan perawan tiada tara.

pantai tanjung kasuari







TANJUNG KASUARI BEACH

Kursi-kursi di pinggir pantai (Regy Kurniawan/ACI)Pantai Tanjung Kasuari di wilayah Sorong adalah oase yang menyejukan saat Anda berkunjung ke Sorong, Papua Barat. Pantainya berpasir putih dengan laut yang biru dan pepohonan yang rimbun. Pantai yang menjadi pesona dari Papua.
Pasir Tanjung Kasuari yang memukau (Sarah Diana Oktavia/ACI)
Suasana pantai yang teduh (Regy Kurniawan/ACI)Papua memang terkenal dengan kebudayaan adat istiadat yang masih terjaga. Keindahan hutan yang masih hijau dan lebat juga masih menjadi ciri khas dari Papua. Kota Sorong, adalah salah satu kota termaju di Papua Barat. Sorong juga menjadi gerbang awal untuk memasuki wilayah Papua. Saat di Sorong, berkunjunglah ke Pantai Tanjung Kasuari. Anda akan terkejut dengan keindahan pantainya.




Pantai Tanjung Kasuari memiliki pasir yang putih dan bersih. Pemandangan pantainya akan menjadi oase dalam panas dan teriknya Kota Sorong. Saat di pantai, Anda bisa berbaring di bawah rerimbunan pohon-pohon yang tinggi dan hijau. Pasirnya yang putih akan menjadi alas Anda untuk berbaring. Air yang biru dan jernih, serta ombak-ombak yang berderu akan menggoda Anda untuk berenang. 



Pantai Tanjung Kasuari selalu ramai dikunjungi saat akhir pekan. Jika ingin menikmati pantai ini serasa milik pribadi, maka datanglah saat hari kerja. Dijamin, Anda akan merasakan ketenangan yang damai di timur Indonesia. Jangan lupa untuk mengabadikan momen spesial saat berkunjung ke pantai ini dengan kamera Anda.



Keindahan Pantai Tanjung Kasuari membuktikan pesona alam Indonesia yang melimpah. Selamat menjelajahi Indonesia!

FOTO FOTO PANTAI


 

IMG_6024.jpg
  

karimun.jpg
  

lembata.jpg
  

nembrala.jpg
  

pangandaran.jpg
  

pantai_merah.jpg

pantai cibandawoh.jpg
  

pantai cikesik ujungkulon.jpg
  


Picture 146.jpg
  


plengkung.jpg
  

saw.jg.jpg
  

sawarna.jpg
  

sawarna2.jpg
  

segara-anakan.jpg
  

tanjung_bira.jpg
 


tj_layar-sawarna.jpg 


tjgelam.jpg

wodong.jpg 

Saturday, March 3, 2012

Pulau Rote

Andai Pulau Rote ada di Dekat Bali


pantai pulau rote
Kapal feri cepat lepas jangkar dari Pelabuhan Tenau Kupang pukul 09.00 Wita. Namun baru sekitar 45 menit berlayar, di sekitar perairan Pulau Semau, kapal diguncang pusaran arus kuat yang berputar-putar seperti puting beliung.
Pusaran itu terjadi karena pertemuan arus laut Samudera Hindia, Laut Timor dan Laut Sawu. Itulah arus Pukuafu, arus laut yang sudah menelan banyak korban jiwa dan harta benda. Tiga tahun silam, sebuah kapal feri dihempas Pukuafu, ratusan penumpang dan muatannya tumpah ke dasar laut.
Meskipun Pukuafu sering membuat penumpang kapal feri menahan napas, bagi mereka yang suka berpetualang, diguncang pusaran arus laut menjadi tantangan nan mengasyikan. Apalagi setelah lepas guncangan pusaran Pukuafu, mereka segera disuguhi pesona pantai Pulau Semau yang teramat elok. Pantai Semau merupakan pantai berkarang terjal di bagian utara dan selatan. Terdapat pula atol, pulau karang yang berlatar hutan bakau yang menghijau di bagian timur Rote.
Pelayaran lebih santai ketika menyusuri Pantai Baru di mana terdapat pelabuhan penyeberangan, namun kapal feri cepat tidak berlabuh di Pantai Baru. Setelah satu setengah jam berlayar menembus arus Pukuafu yang ganas, lalu menyusuri pulau-pulau indah di wilayah paling selatan Indonesia itu, kapal feri akan merapat di Dermaga Ba’a, ibukota Kabupaten Rote Ndao.
Sepanjang pantai Ba’a, hutan bakau terbentang bagaikan sabuk hijau yang memanjang, menutupi pulau bertanah kapur itu. Di bagian tertentu, sabuk hijau itu berselang-seling dengan pantai berpasir putih dan bukit-bukit kecil menyerupai pulau mini yang menjorok ke laut. Atol-atol berserakan di sana-sini.
Atol-atol itu, seperti nyaris terputus dihantam gelombang. Hantaman ombak membuat atol-atol menjadi seperti payung, tampak cantik, apalagi ketika ombak-ombak itu membentuk buih putih di sekitarnya. Di bagian kiri Dermaga Ba’a, ada pantai yang mendangkal karena proses sedimentasi yang terjadi selama ratusan tahun. Pantai itu ditumbuhi anakan bakau.
Sementara di bagian kanan, tampak Kota Ba’a dengan kawasan pertokoan yang membelakangi laut. Nun jauh di sana  tampak Batu Termanu, pantai sekaligus bukit kecil yang membentuk tanjung yang kabarnya menyimpan misteri tentang kekuatan Pulau Rote.
Dari Batu Termanu Pulau Rote terlihat sangat memesona. Di sisi kiri bukit Termanu dengan pantai berpasir coklat, ada penginapan cukup mewah. Dari sisi ini, pelancong bisa menyaksikan matahari tenggelam utuh tanpa penghalang hingga ke kaki langit barat.
Ketua DPRD NTT, Ibrahim Agustinus Medah, yang juga putra Rote itu, amat suka menyaksikan “sun set” dari tempat ini. Ia yang berkunjung bersama rombongan yang mengunjungi Rote pekan lalu, selalu menyempatkan diri menyaksikan pesona mentari tenggelam dari Batu Termanu, setiap kali singgah di Rote.
Kuta-nya Rote
Selain Dalam Batu Terman, di tepian Rote Ndao juga ada pantai tersohor hingga ke mancanegara; Nembrala. Nembrala disebut-sebut sebagai Kuta-nya Pulau Rote, yang memiliki hamparan pasir putih sejauh mata memandang, ke timur maupun ke barat, bahkan di perkampungan yang ditumbuhi nyiur, pasir putih terus menghampar.
Pengunjung pasti akan dibuat berdecak kagum.  Sepanjang pantai kini juga telah terbangun hotel dan restoran, yang kebanyakan di didatangi wisatawan mancanegara dan hanya sedikit wisatawan domestik.
Rombongan DPRD NTT juga singgah di pasir putih di Nembrala itu. Mereka menyaksikan sejumlah turis asing yang tengah asyik berselancar. Tak jauh dari pantai sebuah kapal pesiar tengah lego jangkar dan para awaknya menikmati keindahan ombak yang bergulung-gulung.
Semakin ke timur, pesona pantai semakin menggoda. Bo’a namanya, pantai tempat para peselancar dunia biasa mengikuti lomba tingkat internasional.
pantai pulau rote
Hanya sekitar dua tiga mil dari Pantai Bo’a, tampak Pulau Ndana, pulau yang semuanya berpasir tetapi hijau, tempat di mana satu peleton pasukan Marinir TNI Angkatan Laut mengawal bangsa dari arah selatan.
Selain pasir putih yang menggoda, di Pantai Bo’a juga ada atol. Di bukit inipun sudah ada orang “bule” membangun penginapan di tengah hutan dan jika tertarik, bisa menyeberang ke Pulau Ndana, di sana ada banyak rusa Timor yang dilindungi, sekaligus menjadi markas TNI AL mengawal bangsa.
Pengunjung juga bisa melanjutkan petualangan ke Oeseli, yang jaraknya hanya sekitar tiga kilometer dari Bo’a. Di sepanjang jalan menuju Oeseli itu, dijumpai banyak bukit karang yang ditumbuhi pohon kerdil, sehingga tampak seperti taman bonsai, hingga akhirnya menjumpai pantai Oeseli yang memiliki sebuah gerbang besar dari bukit batu cadas.
Bukit batu cadas itu, membentuk sebuah gerbang besar untuk mengintip wilayah selatan. Di seberang selatan Oeseli tampak Pulau Ndana yang segar menghijau. Pulau Ndana, adalah pulau paling selatan Indonesia, jaraknya hanya 70 mil dari gugusan Pulau Pasir, teritori Australia.
Di Oeseli, hutan batu karang yang berjejer di sepanjang pantai, kabarnya menjadi tempat kaum muda Rote menghabiskan akhir pekan atau mengisi masa liburan. “Di Rote banyak sekali tempat indah, sayang tempat-tempat ini jauh dari Bali,” kata anggota DPRD NTT dari Rote, Somy Pandie.
Pemandangan indah, tak hanya di Ba’a, Batu Termanu, Nembrala, Pantai Bo’a dan Oeseli, tetapi masih banyak tempat lain, baik di pantai selatan maupun utara.
Seorang warga Kota Kupang, Stef Taluta, menyatakan pantai indah itu adalah anugerah terpendam di pulau Rote. Jika Rote ini letaknya di dekat Bali, pasti turis asing akan saling berebut.

Pantai Belitong

Pantai Belitong – Ingin Mati Tua Saja


belitong

Pesona dan keindahan Pulau dan Pantai Belitong memang luar biasa. Seorang wisatawan Inggris yang bernama Rod Swift sampai berucap ia ingin mati tua di pulau belitong. Ini mencerminkan betapa ketakjuban seorang wisatawan asing, yang rela menghabiskan hidupnya di belitong karena keindahannya.
Pantai Tanjung Kelayang adalah Pantai yang sering dikunjungi Rod. Di pantai tersebut Rod sangat terpincut dan mengagumi keindahannya. Pantai pasir putih, langit yang biru dan jernih serta air biru yang menghampar dengan indahnya. Di pantai tanjung kelayang belitong kita juga dapat melihat segumpulan batu granit yang membuat bentuk bentuk unik. Agak menjauh kita bisa menyaksikan batu granint besar yang membentuk sebuah pulau, masyarakat sekitar menamainya dengan Pulau Burung.

pantai belitong
Pantai Lain yang indah di Pulau Belitong adalah pantai tanjung tinggi. Bebatuan granit yang membentuk cekungan, dimana terdapat pelabuhan bilik, menyajikan keindahan yang luar biasa dan tiada habisnya.
Dipinggir bebatuan granit, di bagian tengah adalah pasir putih yang bersih. Pohon pohon yang tumbuh secara alami namun serasi menyajikan hamparan pantai yang lebih indah. Orang bilang pantai tanjung tinggi ini serasa disurga. Air laut yang masuk lewat bebatuan, pasir putih serta langit biru menjajikan pengalaman berwisata yang mempesona.
belitong_beachAnugerah
Di Pulau belitong ada banyak pantai pantai yang indah. Umumnya pantai-pantai ini menghadap Laut China Selatan. Lebih kebarat, kita dapat menemi pantai bukit perahu. Pantai ini sangat cocok untuk menikmati sunset. Karena posisinya yang menghadap ke arah matahari terbenam.
Tak jauh dari pantai bukit perahu kita dapat melihat Pulau Lengkuas, dimana diatasnya terdapat sebuah mercu suar belanda yang amat tua. Sejak dibangun tahun 1883, mercu suar ini masih berdiri dengan kokoh. Jika kita berkesempatan naik ke menaranya, pemandangan indah akan tersaji karena kita dapat melihat beberapa pulau pulau kecil yang elok dan menawan.
Pantai di belitong timur, walau tak seterkenal pantai belitong barat. juga menawarkan pesona yang tak kalah indahnya. Pantai burung mandi, pantai nyiur melambai dan pantai punai adalah pantai di sisi timur belitong yang layak anda kunjungi jika berwisata ke sana.
Nama Belitong, menurut cerita yang tersebar di masyarakat, merupakan asal muasal dari sebutan “bali yang terpotong”. Walau cukup banyak wisatawan yang menganggap bahwa pantai belitong lebih indah jika dibandingkan dengan pantai pantai di bali. Ya, terlebih lagi karena di belitong pantainya masih indah, bersih dan alami. Susunan batu granit di jejeran pantai yang alami semakin menambah pesona belitong Ditambah lagi dengan pemandangan bawah laut seperti terumbu karang, dan ikan ikan yang mempesona. Belitong memang sungguh indah.
pantaibelitong
Untuk menuju pulau belitong, mudah saja. Dari Jakarta penerbangan ke tanjung pandan belitong tersedia setiap hari. Dengan waktu tempuh kurang lebih 60 menit. Selain itu jalan dari Kota ke lokasi lokasi pantai juga sudah terbuka dan beraspal baik.
Jarak pantai dari tanjung pandan juga tidak terlalu jauh, pantai tanjung tinggi berjarak kurang lebih 30 km. Sayang angkutan umum belum tersedia dengan baik. Untuk mempermudah perjalanan anda, anda dapat menyewa jasa transportasi yang disediakan travel agent setempat.
Namun anda tak perlu cemas soal penginapan, cukup banyak cottages yang tersedia, meski tidak terlalu mewah, namun suasana tenang dan alami menjadi nilai tambah tersendiri.
Keindahan alami yang memukau, serta ketenangan di pulau belitong, adalah hal yang membuat banyak orang jatuh cinta pada pantai belitong. Wajar saja jika ada wisatawan yang ingin menikmati hidupnya dan mati tua di Pulau Belitong.
Sumber : Kompas Cetak
belitung


Wednesday, February 29, 2012

PANTAI INDRAYANTI


PANTAI INDRAYANTI
Pantai Bersih dengan Restoran Cafe

Indrayanti
Matahari belum tinggi saat YogYES tiba di Pantai Indrayanti. Dua ekor siput laut bergerak pelan di sebuah ceruk karang, tak peduli dengan ombak yang menghempas. Segerombol remaja asyik bercengkerama sambil sesekali bergaya untuk diambil gambarnya. Di sebelah barat nampak 3 orang sedang berlarian mengejar ombak, sebagian lainnya bersantai di tengah gazebo sembari menikmati segarnya kelapa muda yang dihidangkan langsung bersama buahnya. Beberapa penginapan yang dikonsep back to nature berdiri dengan gagah di bawah bukit, sedangkan rumah panggung dan gubug yang menyerupai honai (rumah adat Papua) berdiri di dekat pantai. Jet ski kuning teronggok di sudut restoran.
Terletak di sebelah timur Pantai Sundak, pantai yang dibatasi bukit karang ini merupakan salah satu pantai yang menyajikan pemandangan berbeda dibandingkan pantai-pantai lain yang ada di Gunungkidul. Tidak hanya berhiaskan pasir putih, bukit karang, dan air biru jernih yang seolah memanggil-manggil wisatawan untuk menceburkan diri ke dalamnya, Pantai Indrayanti juga dilengkapi restoran dan cafe serta deretan penginapan yang akan memanjakan wisatawan. Beragam menu mulai dari hidangan laut hingga nasi goreng bisa di pesan di restoran yang menghadap ke pantai ini. Pada malam hari, gazebo-gazebo yang ada di bibir pantai akan terlihat cantik karena diterangi kerlip sinar lampu. Menikmati makan malam di cafe ini ditemani desau angin dan alunan debur ombak akan menjadi pengalaman romantis yang tak terlupa.
Indrayanti
Penyebutan nama Pantai Indrayanti sebelumnya menuai banyak kontraversi. Indrayanti bukanlah nama pantai, melainkan nama pemilik cafe dan restoran. Berhubung nama Indrayanti yang terpampang di papan nama cafe dan restoran pantai, akhirnya masyarakat menyebut pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti. Sedangkan pemerintah menamai pantai ini dengan nama Pantai Pulang Syawal. Namun nama Indrayanti jauh lebih populer dan lebih sering disebut daripada Pulang Syawal. Keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan Pantai Indrayanti rupanya turut membawa dampak positif. Berbeda dengan pantai-pantai lain yang agak kotor, sepanjang garis pantai Indrayanti terlihat bersih dan bebas dari sampah. Hal ini dikarenakan pengelola tak segan-segan menjatuhkan denda sebesar Rp. 10.000 untuk tiap sampah yang dibuang oleh wisatawan secara sembarangan. Karena itu Indrayanti menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.
Indrayanti
Usai menikmati sepiring nasi goreng dan es kelapa muda di gazebo, YogYES beranjak menuju bukit di sisi timur. Berhubung tidak ada jalan, menerobos semak dan perdu sembari memanjat karang pun menjadi pilihan. Sesampainya di atas bukit pemandangan laut yang bebatasan dengan Samudra Hindia terhampar. Beberapa burung terbang sambil membawa ilalang untuk membangun sarang. Suara debur ombak dan desau angin berpadu menciptakan orkestra yang indah dan menenangkan. YogYES pun melayangkan pandangan ke arah barat. Beberapa pantai yang dipisahkan oleh bukit-bukit terlihat berjajar, gazebo dan rumah panggung terlihat kecil, sedangkan orang-orang laksana liliput. Saat senja menjelang, tempat ini akan menjadi spot yang bagus untuk menyaksikan mentari yang kembali ke peraduannya. Sayang YogYES harus bergegas pulang. Meski tidak sempat menyaksikan senja yang indah, pesona Pantai Indrayanti telah terpatri di hati.
Indrayanti